Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, muncul dalam bursa calon presiden unggalan pilihan masyarakat untuk Pilpres 2024. Meski angka elektabilitasnya terhitung belum terlalu tinggi, namun popularitas Erick di media sosial nampak cukup menjanjikan. Hal itu diunggah oleh akun Instagram @genzetofficial.
Baca Juga: Erick Thohir Jadi Favorit Generasi Milenial dan Gen Z di Pilpres 2024
GenZET Erick Thohir Calon Pemimpin Masa Depan
"Perjuangan masih panjang.. Semangat untuk selalu mendukung panutan calon pemimpin masa depan," tulis akun Instagram GenZET Indonesia Minggu 19 Desmeber 2021.
Dalam unggahan akun Instagram @genzetofficial, Capres unggulan pilihan masyarakat untuk Pilpres 2024 tampak Erick Thohir masuk dalam unggulan dengan prolehan 4,6 %. Dan prolehan tertinggi dipegeng oleh Prabowo dengan 19,3 %, dan Ganjar Pranowo 19,1 %, Anies Baswedan 10,8 %, Ridwan Kamil 10,0 %, Sandiaga Uno 7,2 %, AHY 4 %.
Baca Juga: Erick Thohir Disebut Sosok Pemimpin Ideal Bagi Generasi Muda
Erick Thohir Masuk Radar Pilpres 2024
Survei yang dilakukannya juga menampilkan sejumlah nama yang menempati posisi papan tengah maupun bawah dan dapat dipertimbangkan untuk 2024.
Pada papan tengah, ada Tri Rismaharini dengan elektabilitas 5,0 persen, Erick Thohir 4,6 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 4,0 persen. Selain itu, ada pula Khofifah Indar Parawansa 2,7 persen dan Giring Ganesha 2,5 persen.
Baca Juga: Kunjungi Petani di Dusun Bamboe, Erick Thohir Langsung Kumpulkan Dirut BUMN di Bandung
Survey Indikator Ganjar-Erick Unggul
Menurut Indikator Politik Indonesia yang dilakukan terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang berpeluang maju di Pilpres 2024, tampak Ganjar-Erick mendapatkan dukungan tertinggi dengan angka 31,1%.
Namun, hanya terpaut tipis dengan Anies-Sandiaga yang mendapat dukungan 30,8%, juga Prabowo-Puan yang didukung 28,1%. Sementara yang tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 10%.
S"Hasilnya, Ganjar-Erick mendapat dukungan tertinggi 31,1 persen. Anies-Sandi sebanyak 30,8 persen dan Prabowo-Puan sebesar 28,1 persen. Sedangkan, tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 10 persen,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi Minggu 5 Desember 2021.