Pengamat Irma Chaniago: Isu Bisnis PCR Adalah Upaya Pembunuhan Karakter

Pengamat Irma Chaniago: Isu Bisnis PCR Adalah Upaya Pembunuhan Karakter

Foto
Irma Chaniago

Pengamat Irma Chaniago ikut angkat bicara terkait tuduhan bisnis PCR yang diarahkan kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Menurut Irma tuduhan tersebut sangat keji dan mengarah pada pembunuhan karakter. 

Aktivis YLBHI Agustinus Edi Kristiyanto sedang jadi sorotan karena pernyataan yang menyebutkan adanya keterlibatan menteri Jokowi yang berbisnis PCR. Menteri BUMN Erick Thohir menjadi salah satu nama yang menerima tudingan tersebut.  

Baca juga: Pengamat Politik: Isu Bisnis PCR Adalah Upaya Black Campaign Lawan, Simak Disini

Tuduhan ke Erick Thohir Miskin Data


Pengamat Irma Chaniago pun memberi tanggapan terkait rumor yang sedang hangat diperbincangkan publik tersebut. Menurut Irma tuduhan tersebut sangat tidak mendasar karena Erick Thohir sudah meninggalkan semua bisnisnya dan fokus kerja sebagai menteri Jokowi. Irma menegaskan bahwa tudingan yang dilayangkan oleh Agustinus Edi Kristiyanto miskin data dan ada upaya-upaya penggiringan opini.  

"Nah komitmen itu harus diapresiasi. Karena beliau sudah tak pegang jabatan di perusahaan yang dimiliki. Kedua, sebenarnya aktivis YLBHI Edi itu kurang mendapatkan informasi yang cukup. Dan saya melihat kok framing ya, karena menurut saya tidak by data," ujar Irma seperti dikutip Minggu 7 November 2021. 

Fakta Tudingan Bisnis PCR


Jika melihat faktanya maka publik pasti pun sepakat dengan pendapat Irma bahwa Erick Thohir jauh dari tuduhan yang dilayangkan oleh Agustinus Edi Kristiyanto tersebut. Hal tersebut bisa dicek pada fakta bahwa jumlah tes PCR yang sudah dilakukan sangat minim ditambah dengan kepemilikan saham yang sama sekali tidak memiliki kebijakan dalam perusahaan. 

"Artinya mereka hanya mendapatkan total PCR yang dilakukan sebanyak 2,5 persen saja. Sangat kecil. Bagaimana mungkin seperti dikatakan orang-orang yang terkait di dalamnya dituding Mas Edi bermain dalam pelaksanaan PCR. Dan di GSI, Adaro hanya punya saham 6 persen, bagaimana mungkin mereka dikatakan bermain alat PCR ini" tuturnya.

Bca juga: GP Ansor: Apresiasi, Gerak Cepat Menteri Erick Thohir Atasi Covid-19

Tudingan Mengarah Pada Pembunuhan Karakter


Irma juga melihat adanya pola-pola framing penggiringan opini yang dilakukan dalam rumor bisnis PCR tersebut. Selain itu data yang digunakan tidak akurat. Maka dirinya meyakini bahwa rumor tersebut disebar untuk agenda pembunuhan karakter. 

"Menurut saya, penulis melakukan framing, melakukan penulisan yang kurang mendapat info dan data yang akuntabel. Karena menurut saya seperti membunuh karakter seseorang tanpa data yang cukup," tegasnya.