Sosok dan Fakta Lengkap Zubair Ahmad, Dosen UIN Jakarta yang Sebut NU Tidak Maju Dibanding Muhammadiyah

Sosok dan Fakta Lengkap Zubair Ahmad, Dosen UIN Jakarta yang Sebut NU Tidak Maju Dibanding Muhammadiyah

Foto
Zubair Ahmad, dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (foto: YouTube Bincang Syariah)

Nama Zubair Ahmad baru-baru ini jadi sorotan publik pasca dirinya dianggap menghina Nahdatul Ulama (NU) karena menyebut NU tidak maju bahkan mengalami kemunduran viral di media sosial.

Viralnya video itu, banyak publik penasaran dengan sosok Zubair. Nah, untuk menjawab rasa penasaran publik, kali ini tim Correcto.id akan menyasikan sosok dan fakta lengkap Zubair. Langsung saja simak berikut ini:

Baca Juga: Ini Video Viral Dosen UIN Jakarta di Medsos, Sebut Muhammadiyah Lebih Maju dari NU

Sosok Zubair Ahmad


Zubair Ahmad atau Dr. Zubair Ahmad, M.Ag merupakan seorang dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Dirinya membawakan mata kuliah bahasa dan sastra arab di fakultas adab dan humaniora.

Mengutip dari laman staff.uinjkt.ac.id, saat ini Zubair Ahmad berstatus PNS dan jabatannya di kampus tersebut sebagai Lektor Kepala 700.

Zubair Ahmad Sebut NU Tidak Maju

Diamati video unggahan akun Twitter @amrudinnejad_ itu, Zubair menyebut NU menganut Asy’ariyah yang merupakan aliran dalam ilmu kalam. Menurutnya, aliran ini tidak produktif hingga NU mengalami kemunduran.

“Asy’ariah itu membingungkan dan tidak produktif, tidak progresif, tidak inovatif, tidak kreatif bikin orang bodoh dan terbelakang itulah Asy’ariyah, makanya NU tidak maju-maju itu karena Asy’ariyah terlalu kuat. Muhammadiyah maju dia, karena memang berkemajuan, dia Mu’tazilah,” kata Zubair.

Zubair Ahmad Bandingkan NU dengan Muhammadiyah


Dalam video yang sama, Zubair lantas membandingkan NU dengan Muhammadiyah. Dia menilai Muhammadiyah punya kontribusi besar di dunia pendidikan. Sementara NU hanya merasa paling NKRI.

“NU itu merasa NKRI, tetapi tidak ada dia bangun kampus di tengah-tengah orang Kristen, sementara Muhammadiyah itu membangun Universitas di Maluku, di Ambon, di NTT yang mayoritas Kristen bahkan di Papua. Sekolah Muhammadiyah dari TK sampai perguruan tinggi juga ada,” katanya.

Baca Juga: Profil dan Biodata Ryuji Utomo, Pesepak Bola Persija yang Diincar Club Jepang dan Korea

Klarifikasi Dosen UIN Jakarta soal NU Tidak Maju

Viralnya video itu, Zubair langsung melayangkan video klarifikasi. Mengutip dari YouTube channel Bincang Syariah berjudul "KLARIFIKASI DOSEN UIN JAKARTA TERKAIT TEOLOGI ASY'ARIYAH PENYEBAB KEMUNDURAN NU", Zubair menyampaikan perminta maafannya.

Dia meminta maaf kepada seluruh pengikut NU dan Muhammadiyah yang telah tersinggung akibat perkataannya tersebut.  Juga kepada lembaga UIN Syarif Hidayatullah serta Kementerian Agama (Kemenag).

Zubair menyebut bahwa pernyataan dirinya itu merupakan wujud kebebasan berekspresi dalam berakademik.

“Maksud saya sama sekali bukan untuk menyinggung perasaan, tetapi cara saya mengajak mahasiswa berpikir kritis. Mohon maaf jika metode saya kurang bijak. Terima kasih, demikian klarifikasi dan permohonan maaf saya,” ujarnya.