Ini Video Viral Dosen UIN Jakarta di Medsos, Sebut Muhammadiyah Lebih Maju dari NU

Ini Video Viral Dosen UIN Jakarta di Medsos, Sebut Muhammadiyah Lebih Maju dari NU

Foto
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Zubair, M.Ag (foto: YouTube Bincang Syariah)

Baru-baru ini beredar video memperlihatkan seorang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Zubair, M.Ag menyebut Nahdatul Ulama (NU) tidak maju bahkan mengalami kemunduran viral di media sosial.

Kini, video itupun beredar luas di media sosial dan menuai berbagai komentar dari netizen, Bahkan juga mendapat kecaman dari kalangan Nahdatul Ulama (NU).

Baca Juga: Ini Video Iko Uwais Ngevlog Bareng Jason Statham di Instagram, Jelang Syuting The Expandables 4

1. Dosen UIN Jakarta Sebut NU Tidak Maju

Diamati video unggahan akun Twitter @amrudinnejad_ itu, Zubair menyebut NU menganut Asy’ariyah yang merupakan aliran dalam ilmu kalam. Menurutnya, aliran ini tidak produktif hingga NU mengalami kemunduran.

“Asy’ariah itu membingungkan dan tidak produktif, tidak progresif, tidak inovatif, tidak kreatif bikin orang bodoh dan terbelakang itulah Asy’ariyah, makanya NU tidak maju-maju itu karena Asy’ariyah terlalu kuat. Muhammadiyah maju dia, karena memang berkemajuan, dia Mu’tazilah,” kata Zubair.

2. Dosen UIN Jakarta Bandingkan NU dengan Muhammadiyah


Dalam video yang sama, Zubair lantas membandingkan NU dengan Muhammadiyah. Dia menilai Muhammadiyah punya kontribusi besar di dunia pendidikan. Sementara NU hanya merasa paling NKRI.

“NU itu merasa NKRI, tetapi tidak ada dia bangun kampus di tengah-tengah orang Kristen, sementara Muhammadiyah itu membangun Universitas di Maluku, di Ambon, di NTT yang mayoritas Kristen bahkan di Papua. Sekolah Muhammadiyah dari TK sampai perguruan tinggi juga ada,” katanya.

Baca Juga: Ini Jumlah Kekayaan KSAD Andika Perkasa yang Menjadi Calon Panglima TNI Usulan Jokowi

3. Klarifikasi Dosen UIN Jakarta soal NU Tidak Maju

Viralnya video itu, Zubair langsung melayangkan video klarifikasi. Mengutip dari YouTube channel Bincang Syariah berjudul "KLARIFIKASI DOSEN UIN JAKARTA TERKAIT TEOLOGI ASY'ARIYAH PENYEBAB KEMUNDURAN NU", Zubair menyampaikan perminta maafannya.

Dia meminta maaf kepada seluruh pengikut NU dan Muhammadiyah yang telah tersinggung akibat perkataannya tersebut.  Juga kepada lembaga UIN Syarif Hidayatullah serta Kementerian Agama (Kemenag).

Zubair menyebut bahwa pernyataan dirinya itu merupakan wujud kebebasan berekspresi dalam berakademik.

“Maksud saya sama sekali bukan untuk menyinggung perasaan, tetapi cara saya mengajak mahasiswa berpikir kritis. Mohon maaf jika metode saya kurang bijak. Terima kasih, demikian klarifikasi dan permohonan maaf saya,” ujarnya.