Ini Sosok Gadis Korban Pemerkosaan Oleh 12 Orang di Halteng, Organ Intim Bengkak dan Meninggal Dunia

Ini Sosok Gadis Korban Pemerkosaan Oleh 12 Orang di Halteng, Organ Intim Bengkak dan Meninggal Dunia

Foto
Korban dan Pelaku pemerkosaan di Halmahera Tengah

Sosok gadis yang jadi korban pemerkosaan 12 orang pemuda di Halmahera Tengah (Halteng) ternyata masih berusia di bawah umur. Gadis tersebut diperkosa hingga organ intim bengkak dan akhirnya meninggal dunia. 

Geger kasus pemerkosaan oleh 12 orang pemuda terhadap gadis di bawah umur di Halmahera Tengah (Halteng). Korban diperkosa di kosan, disekap sehari semalam dan digauli paksa oleh pacar dan belasan temannya. 

Baca juga: Ini Sosok Pelaku yang Perkosa Gadis Dibawah Umur Sehari Semalam, Ternyata Karyawan PT IWIP Halteng

Korban Masih di Bawah Umur


Sosok korban diketahui bernama inisial NU. Korban merupakan gadis yang tinggal di desa Tepeleo Kecamatan Patani Utara Halmahera Tengah (Halteng). Menurut keterangan dari akun Twitter Cahaya Timur, korban masih berusia di bawah umur, saat ini korban masih duduk di kelas 1 SMK. 

Diperkosa 12 Orang


Korban yang masih di bawah umur diketahui diperkosa oleh 12 orang pemuda. Awal informasi yang beredar korban diperkosa oleh 4 orang, dimana salah satu pelakunya adalah pacar korban sendiri yang berinisial R.   

Diperkosa hingga Organ Intim Bengkak 


Awal mula kejadian terjadi saat korban diajak oleh pacarnya yang berinisial R ke kosan temannya. Pelaku yang merupakan pacar korban mabuk setelah minum miras jenis captikus. Terpengaruh minum keras para pelaku perkosa korban dengan paksa hingga organ intim korban bengkak. 

Baca juga: Ini Potret Wajah Pelaku Pemerkosa Gadis di Bawah Umur hingga Meninggal Dunia di Halteng, Dipukul Massa dan Masuk ke Sel Polisi

Korban Meninggal Dunia 


Baca juga:  Ini Proses Pemakaman Gadis Dibawah Umur yang Diperkosa Belasan Pria di Halteng hingga Meninggal Dunia

Setelah kejadian tersebut korban mengalami sakit secara fisik dan juga psikologis. Korban alami sulit berjalan dan sulit bicara karena trauma yang sangat menyakitkan. Korban akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Basaorie Ternate hingga akhirnya meninggal dunia pada Sabtu 16 Oktober 2021 jam 17.00 WIT.