Ini Saran Muhammadiyah soal Volume Azan, Usai Media Asing Sebut Jakarta Berisik

Ini Saran Muhammadiyah soal Volume Azan, Usai Media Asing Sebut Jakarta Berisik

Foto
PP Muhammadiyah melalui Ketua Dadang Kahmad merespon soal volume azan sebagai respon media asing yang menyebut Jakarta berisik. foto: Pixabay

PP Muhammadiyah melalui Ketua Dadang Kahmad merespon soal volume azan sebagai respon media asing yang menyebut Jakarta berisik. Ini sarannya.

Meski memberikan saran soal volume azan, PP Muhammadiyah menegaskan sebuah azan adalah sesuatu yang wajib dikumandangkan kepada umat Islam. Khususnya di Jakarta.

Baca Juga:  Instagram Mnet Tv Korsel yang Permainkan Azan Diserang Netizen Indonesia, Serukan Blokir Akun


Mayoritas Muslim 

Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad mengatakan, Indonesia merupakan negara yang mayoritas adalah muslim atau beragama Islam. Soal suara azan, wajib dikumandangkan setiap kali masuk waktu shalat dan mengajak umat Islam untuk melakukannya secara berjamaah di Masjid.


Membatasi volume

Dalam sebuah keterangan pada Kamis, 14 Oktober 2021, Dadang Kahmad memberikan saran agar volume azan dibatasi dan tidak lebih keras dari masjid lainnya.

Tidak hanya itu, pengeras suara yang berada di masjid disarankan untuk mengumandangkan azan saja. Sedangkan kegiatan lainnya, dapat menggunakan pengeras suara yang berada di dalam masjid.

Baca Juga:  Profil dan Biodata Ali Hamza Aka Alinezad, TikToker yang Diboikot Kpopers Soal Azan di TV Korea


Jakarta berisik

Sebelumnya, sebuah media asing yang berasal dari Prancis, AFP mengangkat sebuah tema yang intinya Jakarta berisik.

Dalam artikel yang berjudul, "Ketakwaan atau gangguan kebisingan? Indonesia mengatasi reaksi volume azan," AFP menuliskan azan dan Masjid merupakan dua hal yang dihormati.