Sosok dan Fakta Yusril Ihza Mahendra yang Dicap Seperti Adolf Hitler, Usai Menyentil Partai Demokrat

Sosok dan Fakta Yusril Ihza Mahendra yang Dicap Seperti Adolf Hitler, Usai Menyentil Partai Demokrat

Foto
Yusril Ihza Mahendra yang merupakan seorang politisi terkemuka di Indonesia dicap seperti Adolf Hitler, usai menyentil Partai Demokrat. foto: Instagram

Yusril Ihza Mahendra yang merupakan seorang politisi terkemuka di Indonesia dicap seperti Adolf Hitler, usai menyentil Partai Demokrat. Berikut sosok dan faktanya.

Pernyataan itu, dikatakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman, salah satu politisi Partai Demokrat yang pernah mengikuti kuliah orang nomor 1 di Partai Bulan Bintang (PBB) itu dalam mata kuliah Filsafat Hukum dan Teori Ilmu Hukum, saat dirinya masih menjadi mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia (UI).

Baca Juga:  Yusril Sebut Warga Pelanggar PSBB Corona Tak Dapat Dipidana

1. Cap Adolf Hitler kepada Yusril Ihza Mahendra yang lahir di Lalang, Manggar, Belitung Timur, 5 Februari 1956, usai menyentil Partai Demokrat dalam hal permohonan judicial review AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA)


2. Lebih lanjut, pria yang beragama Islam dan berusia 56 tahun yang nyaris menjadi seorang Presiden RI ini, mengatakan terdapat pada dua UU yang dijadikan batu uji AD/ART Demokrat adalah UU No 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik dan UU No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan dan perubahannya


Baca Juga:  Yusril Ihza Mahendra, Sebut Putusan Mahkamah Agung Tak Bisa Batalkan Kemenangan Jokowi-Amin

3. Lebih lanjut, Yusril sapaan Yusril Ihza Mahendra, katakan kedua UU itu, dibuat saat Susilo Bambang Yudhoyono masih menjabat sebagai seorang Presiden Indonesia


4. Pemilik akun Instagram, @yusrilihzamhd, saat masih menjadi mahasiswa dikenal sebagai aktivis kampus yang vokal menentang Presiden Soeharto dan segala kebijakannya. Lalu, tepat tahun 1990 Yusril diajak oleh Soeharto untuk menjadi penulis pidato Presiden dan membuat draft surat Presiden


5. Dibalik itu semua, politisi terkemuka di Indonesia dicap seperti Adolf Hitler, usai menyentil Partai Demokrat, mempunyai jiwa seni yang sangat tinggi. Dengan menjadi kolektor keramik hingga keris dan menyandang gelar profesor di UI