Ini Video Brigjen Junior Tumilaar Menangis Usia Dicopot dari Jabatannya, Beri Pesan Mendalam untuk TNI

Ini Video Brigjen Junior Tumilaar Menangis Usia Dicopot dari Jabatannya, Beri Pesan Mendalam untuk TNI

Foto
Brigjen Junior Tumilaar Menangis Usia Dicopot

Berikut ini video Brigjen Junior Tumilaar menangis haru setelah dirinya dicopot sebagai Irdam XIII/Merdeka. Brigjen Junior Tumilaar juga memberi pesan mendalam untuk para prajurit TNI untuk tetap setia membela rakyat.

Baca juga: Profil dan Biodata Brigjen Junior Tumilaar Lengkap Agama, Jenderal TNI yang Dicopot Karena Bela Rakyat  

Pesan Brigjen Junior Tumilaar untuk TNI


Brigjen Junior Tumilaar beri pesan mendalam untuk para prajurit TNI setelah apa yang telah dirinya alami. Brigjen Junior Tumilaar berpesan agar para prajurit TNI tetap setia membela rakyat. 

"Bagi kawan-kawan saya, seperjuangan kita. Kau laksanakan tugas para Babinsa. Kita murni perhatikan rakyat. Perhatikan rakyat," kata Brigjen Junior Tumilaar dalam video seperti dikutip pada Senin 11 Oktober 2021. 

"Jangan kalian pudar dengan 8 wajib TNI, jangan kalian menakut-nakuti rakyat. Teruskan kalian untuk mengatasi kesulitan rakyat. Kita sudah susah, rakyat kita sudah susah. Jangan lagi disakiti," tegasnya. 

"Kita murni tentara rakyat. Saya benci dengan orang-orang yang mengganggu Babinsa. Kita seperjuangan tentara rakyat. Tentara pejuang kita. Jangan lupa itu!"Pungkasnya. 

Video Brigjen Junior Tumilaar Menangis 


Dalam video yang berdurasi beberapa menit tersebut tampak Brigjen Junior Tumilaar begitu sangat prihatin dengan apa yang telah terjadi. Seperti diketahui video tersebut direkam setelah Brigjen Junior Tumilaar mengisi acara di Mata Najwa sebagai narasumber utama. Sambil menangis harus, Brigjen Junior Tumilaar memberikan beberapa pesan untuk para prajurit TNI.

Isi Surat Brigjen Junior Tumilaar


Publik banyak penasaran dengan isi surat Brigjen Junior Tumilaar yang dilakukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Surat tersebut membuat dirinya dipanggil Puspom AD di dicopot jabatannya sebagai Inspektur Komando Daerah Militer (Irdam) XIII/Merdeka. Berikut isi suratnya:  

Nomor: Pribadi/01/Sept/2021

Klasifikasi: Konfidensial

Lampiran: Satu bundel

Perihal: Surat panggilan Polri kepada Babinsa dan Penangkapan Rakyat Miskin Buta Huruf oleh Anggota Polresta Manado

Salam Sinergitas TNI-Polri dan salam PRESISI. Saya bersurat dimotivasi oleh kebenaran berdasarkan keTuhanan Allah yang Maha Esa-Maha Kasih yang bernama Yehuwa.

Saya Brigjen TNI Junior Tumilaar (Irdam XIII/Merdeka) memberitahukan dan bermohon agar Babinsa (Bintara Pembina Desa) jangan dibuat surat panggilan Polri. Para Babinsa itu bagian dari sistem pertahanan negara di darat. Para Babinsa diajari untuk tidak sekal-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat, bahkan wajib mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

Kami beritahukan kepada Bapak Kapolri, bawah ada rakyat bernama bapak Ari Tahiru, Rakyat Miskin dan Buta Huruf berumur 67 tahun ditangkap ditahan karena laporan dari PT. Ciputra International/Perumahan Citraland (memang beberapa penghuni Anggota Polri). Bapak Ari Tahiru sebagai Rakyat minta perlindungan Babinsa, itupun Babinsa kami pun dipanggil Polri/Polresta Manado.

Selain itu, pasukan Brimob Polda Sulut bersenjata mendatangi Babinsa kami yang sedang bertugas di tanah bapak Edwin Lomban yang sudah ada putusan Mahkamah Agung nomor 3030K tahun 2016. Atas laporan PT. Ciputra International/Perumahan Citraland, Polresta Manado membuat surat panggilan kepada Babinsa.

Baca juga: Awal Mula Brigjen Junior Tumilaar Surati Kapolri hingga Dicopot dari Irdam Merdeka

Akhir kata, Demi Allah yang Maha Esa-Maha Kasih, mari kita bela Rakyat Miskin/Kecil, dan jangan bela perusahaan yang merampas tanah-tanah rakyat. Terima kasih, semoga diberkati Allah Yehuwa.

Tembusan:

1. Panglima TNI

2. Kasad

3. Pangdam XIII/Merdeka

4. James Tuwo (Pengacara Ari Tahiru dan Edwin Lomban

5. Ibu Brigita H Lasut