Profil dan Biodata Brigjen Junior Tumilaar Lengkap Agama, Jenderal TNI yang Dicopot Karena Bela Rakyat

Profil dan Biodata Brigjen Junior Tumilaar Lengkap Agama, Jenderal TNI yang Dicopot Karena Bela Rakyat

Foto
Biodata Brigjen Junior Tumilaar

Berikut ini profil dan biodata lengkap dengan agama Brigjen Junior Tumilaar. Jenderal TNI yang dicopot dari jabatannya karena bela rakyat. 

Sosok Brigjen Junior Tumilaar sedang jadi sorotan setelah dirinya dengan tegas membela rakyat atas lahan yang dirampas oleh PT Ciputra Internasional. Bela rakyat dengan surati Kapolri, Brigjen Junior Tumilaar justru dicopot dan diproses hukum.

Baca juga: Profil dan Biodata Brigjen Junior Tumilaar, Inspektur Kodam XIII Merdeka yang Dibebastugaskan Usai Kirim Surat ke Kapolri  

Profil Brigjen Junior Tumilaar

Profil Junior Tumilaar adalah seorang Brigadir Jenderal TNI (Brigjen TNI) atau Jenderal TNI Bintang Satu. Sebelumnya Brigadir Jenderal TNI menjabat sebagai Inspektur Komando Daerah Militer XIII/Merdeka. Namun karena aksi protesnya yang keras dan viral di media sosial,  Jenderal TNI Bintang Satu ini akhirnya dicopot dari posisinya. 

Biodata Brigjen Junior Tumilaar

Nama lengkap
: Brigjen TNI Junior Tumilaar, S.IP., M.M.
Tempat tanggal lahir
: Manado, 3 April 1964
Umur Brigjen Junior Tumilaar
: 57
Agama Brigjen Junior Tumilaar
: Belum diketahui
Profesi
: Prajurit TNI AD dan Dosen
Jabatan
: Staf Khusus Kasad
Almamater
: Akmil Tahun 1988

Baca juga: Sosok Brigjen Junior Tumilaar, Jenderal TNI Bela seorang Kakek Karena Urusan Lahan PT Ciputra International 

Karir Brigjen Junior Tumilaar di TNI 

-Komandan Kodim 0211/Tapanuli Tengah

-Dosen Utama Seskoad

-Staf Ahli Pangdam I/BB bidang Il pengtek & LH (2016—2017)

-Pamen Ahli Gol. IV Ditziad Bid. Nubika (2017)

-Staf Khusus Dirziad

-Irdam XIII/Merdeka (2020—2021)

-Staf Khusus Kasad (2021—Sekarang)

Surati Kapolri Bela Rakyat

Brigjen Junior Tumilaar mendadak jadi viral dan terkenal karena aksi beraninya layangkan surat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam suratnya, Brigjen Junior Tumilar meminta agar polisi tidak memeriksa Babinsa yang sedang bertugas menemani Ari Tahiru (67), warga buta huruf yang jadi korban perampasan tanah oleh PT Ciputra Internasional.