Mengenal Petruk, Tokoh Wayang Jawa Jago Kandang Namun Mudah Berlapang Dada

Mengenal Petruk, Tokoh Wayang Jawa Jago Kandang Namun Mudah Berlapang Dada

Foto
Wayang Petruk (foto: boombastis.com)

Mengenali setiap tokoh wayang Jawa hingga saat ini masih saja menjadi salah satu hal yang menarik. Pasalnya, kisah cerita dari setiap tokoh wayang itu memiliki nilai-nilai sosial yang dapat menjadi pelajaran.

Dalam kesempatan ini, kita akan membahas tokoh wayang Jawa bernama Petruk. Bagi kamu yang ingin mengenalnya, langsung saja simak berikut ini:

Silsilah Petruk

Dalam pewayangan Jawa, Petruk dikisahkan anak dari seorang pendeta raksasa yang bernama Begawan Salantara. Petruk mempunyai istri bernama Dewi Prantawati, putri Prabu Sri Bathara Kresna , raja Negara Negara Kerajaan Dwarawati. Dalam perkawinan ini mereka mempunyai anak lelaki dan diberi nama Bambang Lengkungkusuma.

Kisah Petruk

Petruk dikisahkan hobi sekali bergurau dengan siapapun, baik dari tingkah lakunya, hingga ke ucapannya. Namun ia pun juga suka cari ‘mala’ alias masalah, karena hobinya adalah berkelahi.

Siapapun selalu ia tantang. Namun, ia terbilang sebagai tokoh yang jago kandang. Karena ia hanya berani bertanding atau adu kesaktian di daerah tempat tinggalnya saja. Tapi ia sadar dan memutuskan berkelana untuk menguji kesaktiannya.

Di tengah perjalanan, Petruk bertemu dengan Gareng yang namanya masih Bambang Sukodadi. Di mana Bambang Sukodadi ingin menguji kekebalannya. Cocoklah dengan Petruk yang ingin menguji kesaktiannya. 

Jadilah mereka bertarung, hingga fisik mereka cacat tak karuan. Di sinilah mereka bertemu dengan Batara Ismaya atau Semar kemudian diangkat menjadi anaknya.

Petruk memiliki julukan yaitu ‘Kanthong Bolong’ yang artinya adalah suka berbagi alias dermawan. Selain ‘Kanthong Bolong’, Petruk juga memiliki julukan lain yaitu ‘Doblajaya’ yang artinya adalah cerdik. Bisa dikatakan bahwa Petruk adalah anggota Punakawan yang paling cerdik di antara kedua saudaranya, Gareng dan Bagong.

Sifat Petruk

Petruk dikisahkan memiliki lima sifat dasar. Adapun kelima sifat itu yakni, sifat ‘Momong’ di mana ia adalah seseorang yang pandai mengasuh anak. Sifat ‘Momot’ di mana ia adalah seseorang yang pandai menyimpan rahasia. Sifat Momor yang artinya lapang dada. Sifat Mursid yang artinya mudah paham apa yang diinginkan tuannya. Dan sifat Murakabi di mana ia adalah sosok yang sangat bermanfaat bagi orang di sekitarnya.


Wujud Petruk

Wujud Peruk dalam pewayangan Jawa ialah, hidungnya yang panjang, memiliki perut yang dijuluki ‘Kanthong Bolong’, 

Bentuk fisik atau julukan ini bukan hanya simbol dari sifat Petruk yang dermawan saja, melainkan Petruk juga memiliki sifat pandai bicara, namun terkadang bicaranya hanya tong kosong alias tidak ada artinya.