Ini Reaksi Paus Fransiskus Setelah 200 Ribu Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual Gereja Katolik di Perancis

Ini Reaksi Paus Fransiskus Setelah 200 Ribu Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual Gereja Katolik di Perancis

Foto
Paus Fransiskus (Sumber Foto: Vatican News)


Kasus pelecehan seksual secara tragis terjadi di sebuah Gereja Katolik Prancis, komisi investigasi independen di Prancis mengungkap korbannya sebanyak 200 ribu anak-anak selama 70 tahun terakhir yang menjadi korban pelecehan seksual dari pendeta Prancis.

Kebanyakan korban berjenis kelamin laki-laki dan berusia antara 10 sampai 13 tahun. Puncak pelecehan seksual ini terjadi antara tahun 1950-1970, kemudian kembali meledak di awal 1990-an.

Dilansir dari Reuters, Jean-Marc Sauve, sebagai kepala penyelidikan mengatakan, bahwa ada sekitar 3.000 imam dan pejabat agama di Gereja Katolik Prancis menjadi pelaku pedofilia, dari total 115.000 pejabat dan pemuka gereja di sana.

Baca Juga: Sebanyak 200 Ribu Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual Gereja Katolik di Perancis

Setelah melakukan penyelidikan besar-besaran, pada Selasa (05/10/2021), berdasarkan arsip gereja, pengadilan dan polisi, serta wawancara dengan para korban, terbukti sebanyak 200 ribu anak menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan para pendeta di Gereja Katolik Prancis sejak 70 tahun terakhir.

Reaksi Paus Fransiskus


Terkait hal tersebut, Pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus, mengaku malu atas terungkapnya kasus menyebut ratusan ribu anak menjadi korban pelecehan seksual oleh pastor dan rohaniwan Gereja Katolik Prancis. Paus Fransiskus juga mendesak para rohaniwan Gereja untuk memastikan situasi semacam itu tidak terulang.

Baca Juga: Paus Fransiskus Minta Homoseksual Dilegalkan Karena Punya Hak Sama di Mata Tuhan

"Saya ingin mengungkapkan kepada para korban, kesedihan dan rasa sakit yang saya rasakan atas trauma yang mereka derita," ucap Paus Fransiskus dalam audiensi mingguan di Vatikan, seperti dilansir AFP, Rabu (6/10/2021).

"Dan juga rasa malu saya, rasa malu kami, rasa malu saya karena ketidakmampuan Gereja untuk terlalu lama menempatkan mereka dalam pusat kekhawatiran mereka," imbuhnya.

Kemudian Paus mengajak semua umat Katolik di Prancis untuk memikul tanggung jawab memperbaiki citra gereja. Paus ingin gereja jadi tempat paling aman bagi umat.

Paus Prancis juga mengirimkan doa kepada umat di negeri mode itu. Doa juga ikut dipanjatkan kepada pihak korban.

"Semua didoakan agar diberikan rasa kenyamanan, konsolasi, dan mukjizat penyembuhan. "Dengan keadilan," ungkapnya.