Publik dihebohkan oleh seorang pria inisial AR (48) yang tega memerkosa anak tirinya saat rumah dalam keadaan kosong. Berikut awal mula kejadiannya.
AR menjalankan aksi bejatnya dengan mengancam korban dengan senjata tajam dengan meletakkan pisau di leher korban.
Terjadi sejak tahun 2020
Aksi bejat sang ayah tiri sudah dilakukan sejak tahun 2020, terakhir pada September 2021. Tidak tahan dengan kelakuan ayah tirinya, anak diketahui bernama Melati (15) berhasil kabur dari rumah ayah tirinya dan menemui ayah kandungnya yang tengah berada di Kecamatan Sangkulirang.
Baca Juga: Ini Sosok Pria yang Perkosa Anak Tirinya hingga Kondom Tertinggal di Rahim
Dilaporkan ke polisi
Setelah menceritakan kepada ayah kandungnya dengan beban hidupnya selama setahun ini, kasus tersebut akhirnya dilaporkan oleh ayah kandung korban di Polsek Sangkulirang.
Dengan adanya laporan tersebut, kini tersangka inisial AR sudah mendekam di jeruji besi.
Baca Juga: Ini Kata Kapolres Bima Soal Oknum Polisi Pukul dan Tendang Pengendara Motor saat Razia
AR jalankan aksinya di siang hari
Namun setelah dilakukan pemeriksaan terhadap AR, ia mengakui bahwa aksi bejat itu dilakukan sejak tahun 2020. Dimana saat itu siang hari, korban berada di kamar tidur sambil main HP dengan posisi miring.
Tiba-tiba pelaku masuk ke kamar dan membawa pisau, sehingga korban tidak bisa apa-apa. Setelah itu, AR menjalankan aksinya untuk menyetubuhi korban.
Tiga kali seminggu dan kondom tertinggal di rahim
Korban mengaku dirinya diperkosa tiga kali seminggu, namun AR mengaku hanya sekitar 13 kali memerkosa sang anak. Saat perlakukan tak senonoh dilakukan, korban tidak bisa kemana-mana hingga HP disita.
"Seingat saja hanya pakai 13 kali. Saya lakukan itu selalu siang hari, karena tidak ada orang di rumah," kata AR.
Mirisnya lagi, alat kontrasepsi berupa kondom tertinggal di dalam rahim korban hingga membuat dirinya sakit-sakitan.
Sedangkan AR, mengungkapkan alasannya melakukan itu karena khilaf dan saat itu sang istri tengah hamil tujuh bulan.
"Saya awalnya pegang-pegang, ternyata diam saja. Saya buka celananya, juga diam. Makanya saya ‘pakai’. Tapi akibat perbuatan saya, meskipun dikebiri, saya siap," ungkap AR.