Penataan Stasiun Tebet yang berlokasi di Jalan Tebet Raya, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, sudah rampung direnovasi.
Selain Stasiun Tebet, Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat juga telah selesai dikerjakan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dijadwalkan bakal meresmikan penataan kedua stasiun itu, pada Rabu 29 September 2021 nanti.
“Penataan Stasiun Tebet dan Palmerah telah selesai, rencananya akan diresmikan oleh Bapak Gubernur, Bapak Menhub dan Bapak Menteri BUMN di Stasiun Tebet hari Rabu (29/9/2021) pukul 10.00,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, pada Minggu 26 September 2021.
Erick Thohir Sebar Vibes Kekinian
Dalam kesempatan itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pun ikut menyebar vibes kekinian.
Selain itu Syafrin juga mengatakan, penataan kawasan stasiun itu masuk dalam tahap II. Dalam tahap ini, pemerintah menata empat stasiun, yaitu Stasiun Tebet, Stasiun Palmerah, Stasiun Gondangdia dan Stasiun Manggarai.
Namun, untuk penataan Stasiun Gondangdia dan Stasiun Manggrai masih dalam tahap proses pengerjaan kontruksi yang ditarhetkan bakal rampung tahun ini.
Lebih lanjut, berdasarkan data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta hingga 13 September 2021, progres penataan Stasiun Manggarai mencapai 70,17 persen dan Stasiun Gondangdia 59,83 persen. Untuk mengakselerasi pembangunan, Dinas Perhubungan DKI terus mengintensifkan koordinasi dengan stakeholder terkait.
Baca Juga: Potret-potret Statiun Tebet Baru Setelah Renov, Erick Thohir Jadi Tokoh Dibaliknya
Sebelumnya, pada penataan tahap I, pemerintah sudah menata kawasan empat stasiun yang tampung dikerjakan pada pertengahan tahun lalu.
Anies Baswedan, Budi Karya Sumadi dan Erick Thohir Sudah Resmikan Stasiun Tanah Abang
Diketahui pada 17 Juni 2020 silam, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menhub RI Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir secara seremoni sudah meresmikan stasiun di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Syafrin bilang, penataan seluruh stasiun tersebut dilakukan oleh perusahan patungan (joint venture) antara PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), yaitu PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ). Di mana kepemilikan sahamnya, 51 persen dikuasai MRT Jakarta, dan sisanya 49 persen dimiliki oleh KAI.
Adapun penataan kawasan stasiun dilakukan dengan tujuan untuk mengintegrasikan transportasi umum yang ada di Ibu Kota. Di antaranya kereta rel listrik (KRL) Commuter Line, kereta MRT Jakarta, kereta light rel transit (LRT) Jakarta, Transjakarta, mikro trans, ojek online dan angkutan umum lainnya.
Baca Juga: Lapor Temuan Harta Karun ke Jokowi, Erick Thohir Sebut Ada Potensi Ladang Migas 204 Juta Barel
Sampai saat ini, pemerintah daerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT JakLingko Indonesia sedang merumuskan tarif integrasi. Nantinya, transportasi publik di Jakarta memiliki satu tarif dan pengelolaannya berada di bawah PT JakLingko. Syafrin mengatakan, untuk sistem ticketing front-end dan back-en sudah terintergrasi, namun belum compatible karena masih harus menentukan tarif integrasinya.