Tenaga kesehatan (nakes) Gerald Sokoy yang sempat dinyatakan hilang saat penyerangan teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kiwirok, Pegunungan Bintang Papua, kini telah dipulangkan.
Gerald diserahkan pihak kelompok kriminal bersenjata (KKB) kepada Pemda Pegunungan Bintang, setelah melalui koordinasi dengan tokoh gereja, hingga tokoh masyarakat. Kemudian pihak pemda kemudian menyerahkan Gerald kepada keluarga di Hotel Horex Sentani.
Terlihat dari foto yang beredar saat prosesi penyerahan, Gerald tampak persis dengan yang foto yang dimunculkan oleh pihak KKB ketika mengonfirmasi keberadaan Gerald Sokoy beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Viral Video Puluhan Teroris KKB Rusak dan Bakar Bangunan Pemerintah di Distrik Okhika Papua
Tidak Mau Banyak Komentar Untuk Menjaga Keamanan
Namun pada saat prosesi penyerahan, Gerald tidak mau banyak memberikan keterangan terkait dengan pengalamannya selama dia diduga disandera pihak KKB.
“Pertama saya sampaikan ucapaan syukur kepada Tuhan Yesus karena saya sudah sampai disini dengan selamat. Kejadian saat itu tanggal 13 September, pagi pagi, kami siap mau pelayanan. Didalam rumah saja, tiba-tiba ada yang teriak suruh keluar dari rumah. Kita mau bakar rumah-rumah ini. Jadi kita mau keluar. Karena su takut sekali jadi, lari saja keluar. Saya lari duluan keluar. Saya langsung lompat ke jurang,” ungkapnya.
Saat itu, Gerald mengaku bahwa sempat mendengar suara tembakan senjata api dari dalam rumah yang ditempatinya bersama rekannya. Karena perasaan takut, kemudian dia berusaha lari dari tempat kejadian dan melompat ke jurang sekitar 300 meter.
Baca Juga: Lagi Teroris KKB Papua Tembak Mati Kepala Desa dan 4 Keluarganya di Ilaga
“Sebelum saya keluar, sempat dengar juga tembakan dari dalam kitong punya rumah. Bunyi tembakan itu yang saya kaget tambah balap lagi lari. Lompat kedalam jurang. Sudah itu saya lari terus, tidak pernah balik kebelakang lagi. Turun dikali, sampe sudah mulai tenang baru saya jalan pelan-pelan, sampai dimana saya bisa tidur, saya tidur sampai saya selamat hari ini,” katanya.
Baca Juga: 2 Panglima Teroris KKB Papua Marah Besar Akibat 150 Simpatisan Diburu, Ini Katanya
Kemudian pihak keluarga masih keberatan untuk menceritakan detail dari peristiwa tersebut, hal itu karena alasan keamanan dan kesehatan Gerald. Namun dia mengakui, kebenaran foto saat dirinya bersama sejumlah anggota KKB yang sempat beredar di media sosial.
“Iya, itu benar saya," ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, bahwa Gerald dinyatakan hilang sesaat setelah kejadian kekerasan dan pembakaran puskesmas dan sejumlah fasilitas milik pemerintah di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang pada tanggal 13 September 2021.