Publik dihebohkan oleh pernyataan Giring Nidji atau Giring Ganesha karena mengomentari kinerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Berikut awal mula kejadiannya.
Pernyataan itu disampaikan oleh Giring Nidji dalam sebuah video yang dibagikan di akun media sosial DPP PSI pada 20 September 2021 kemarin.
Bagaimana awal mula Giring Nidji komentari kinerja Anies Baswedan? Berikut Correcto.id rangkumkan untuk Anda.
Sebut Anies Baswedan Pembohong
Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umur DPP PSI Giring Ganesha mengungkapkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seorang pembohong.
Bahkan, ia mengingatkan kepada masyarakat terkait dengan pemilihan Presiden pada tahun 2024 mendatang.
"Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat, sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan presiden 2024," kata Giring Ganesha dalam keterangan tertulisnya, dikutip pada Rabu, 22 September 2021.
Baca Juga: Kritik Anies Soal Banjir Jakarta, Pasha Ungu Berikan Tamparan Keras ke Giring
Pura-pura peduli di tengah pandemi
Selanjutnya, menurut Giring Nidji kebohongan itu terlihat dari sikap Anies Baswedan yang pura-pura peduli di tengah pandemi Covid-19 dan rakyat yang menderita.
Baca Juga: Giring Nidji Dukung Kebijakan Pangdam Jaya Copoti Baliho Habib Rizieq
Abaikan penderitaan rakyat
Giring Ganesha juga menyebut Anies Baswedan mengabaikan pendetitaan rakyat dan memilih tidak membatalkan mobil Formula E yang biayanya hingga Rp 1 triliun.
"Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatakan rencana balapan mobil Formula E. Dan mengeluarkan Rp 1 triliun, Rp 1 triliun uang rakyat untuk acara tidak berguna itu," ungkap Giring Ganesha.