Resmikan Pabrik Krakatau Steel, Jokowi: Menghemat Devisa Rp29 Triliun Per Tahun

Resmikan Pabrik Krakatau Steel, Jokowi: Menghemat Devisa Rp29 Triliun Per Tahun

Foto
Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Krakatau Steel (foto: Instagram/ @jokowi)

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kerap disapa Jokowi resmikan pabrik industri baja lembaran (hot strip mill) senilai Rp7,5 triliun milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang berada di Kota Cilegon, Banten, Selasa (21/9/2021).

Dalam keterangannya, Jokowi mengatakan pabrik tersebut merupakan pabrik dengan teknologi modern terbaru kedua di dunia setelah pabrik yang dibangun di Amerika Serikat.

Baca Juga: Ini Harta Kekayaan Presiden Jokowi Selama Pandemi Covid-19, Naik Rp 8 Miliar

Jokowi menuturkan, pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hot rolled coil (HRC) sebanyak 1,5 ton per tahun. Dan kedepannya, kapasitas akan ditingkatkan menjadi empat juta ton per tahun dan berkontribusi pada target produksi Krakatau Steel secara keseluruhan mencapai 10 juta ton per tahun pada 2025.


"Ini pabrik pertama di Indonesia yang mampu menghasilkan HRC berkualitas premium. Pabrik ini hanya dua di dunia, yang pertama di Amerika Serikat, yang kedua di Indonesia, di Krakatau Steel," kata Jokowi.

Baca Juga: 5 Perusahaan BUMN Jadi Venture Capital untuk Startup Lokal, Erick Thohir Harap Lahir 20 Unicorn Baru

Orang nomor satu di Indonesia itu berharap hasil produksi dari pabrik tersebut mampu menutupi kebutuhan baja di dalam negeri yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Seperti yang dikatakan Jokowi, konsumsi baja di tanah air sudah naik 40 persen dari sekitar 50 kilogram (kg) per tahun menjadi 71 kg per tahun dalam lima tahun terakhir akibat masifnya pembangunan proyek-proyek infrastruktur.

Tidak hanya itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berharap kehadiran pabrik baru dari BUMN tersebut juga bisa menekan tingginya angka impor baja. Sebab, menurut catatannya, baja merupakan komoditas impor terbesar kedua di Indonesia.

"Beroperasinya pabrik ini kita akan dapat memenuhi baja dalam negeri, jadi tak ada lagi impor-impor yang kita lakukan. Sehingga kita harapkan nanti dapat menghemat devisa Rp29 triliun per tahun," ucap Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga berpesan agar Krakatau Stee memproduksi baja tidak hanya meningkat secara kuantitas, tapi juga kualitas, sehingga tidak kalah dengan baja hasil produksi negara lain. Dirinya ingin baja lokal bisa bersaing di pasar regional hingga global.

Baca Juga: Rayakan Ultah Pernikahan, Erick Thohir Beri Hadiah Kambing ke Istri

"Saya titip para menteri untuk terus mendukung pelaku industri baja dan besi, mendukung BUMN untuk jadi profesional dan menguntungkan," tutup Jokowi.

Pantauan Correcto.id, peresmian pabrik industri baja lembaran (hot strip mill) milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk itu turut dihadiri Ketua DPR Puan Maharani, Menko Marves Luhut Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim.