Komisaris Milenial PTPN VIII Adrian Zakhary Jelaskan Pentingnya Peran Kampus untuk Indonesia Maju

Komisaris Milenial PTPN VIII Adrian Zakhary Jelaskan Pentingnya Peran Kampus untuk Indonesia Maju

Foto
Komisaris Milenial PTPN VIII Adrian Zakhary

Komisaris Milenial PTPN VIII Adrian Zakhary menjelaskan bahwa kampus memiliki peran sangat penting dalam pembangunan bangsa. Kampus harus mencetak mahasiswa yang bisa berkontribusi untuk Indonesia lebih maju.

Adrian Zakhary jadi salah satu pembicara dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru di IBLAM School of Law pada Kamis 9 September 2021. Dalam acara tersebut Adrian memberi pencerahan kepada mahasiswa tentang apa yang bisa dilakukan untuk bangun Indonesia maju.

Baca juga: Komisaris Milenial PTPN VIII Adrian Zakhary Usulkan Transformasi Kurikulum Kampus di Webinar Series Unpad


Peran Kampus untuk Indonesia Maju

Menurut Adrian Indonesia saat ini sangat membutuhkan SDM terampil yang ahli dan profesional di bidang teknologi digital. Menurutnya tidak salah jika kita menikmati sosial media namun penting juga untuk memahami manfaat dan penggunaannya supaya lebih produktif dalam bersosial media.

"Indonesia butuh tenaga kerja yang ahli profesi. Indonesia perlu meningkatkan kualitas keterampilan tenaga kerja dan teknologi digital nya. Kenapa saya sajikan ini? Karena kita harus paham, kita jangan pengguna saja, misalkan kita hanya pengguna sosial media, kita hanya pengguna teknologi teknologi yang ada kita hanya hanya menjadi part (bagian) di sana.  Kita juga harus paham bahwa ada banyak potensi, dan ada banyak hal-hal yang melingkupi dari teknologi tadi," kata Komisaris Milenial PTPN VIII Adrian Zakhary seperti dikutip dari Youtube STIH IBLAM Kamis 9 September 2021.

"Kampus itu memiliki peran untuk menggerakkan sebuah inovasi. Akademik ini artinya perguruan tinggi seperti STIH Iblam itu juga memiliki peran untuk mendorong penguatan ekonomi nasional," tambahnya.  

Peluang Bisnis Lulusan STIH IBLAM

Adrian menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi apapun bidang dan ranah kajian ilmiahnya sangat berkaitan dan memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan ekonomi. Satu hal yang juga jadi perhatian bahwa di Indonesia masih sangat lemah dalam hal perlindungan hukum atas penemuan-penemuan yang ada. Adrian mengatakan disinilah para akademisi hukum berperan.

"Yang bermain di bagian legal, di bagian hukum mengenai inovasi ini saya rasa masih belum sekuat di negara-negara maju. Misalkan ketika ada penemuan kita masih banyak yang bingung “gua harus ngapain”? Peluang-peluang bisnis di bidang legal bisnis masih sangat terbuka. Di Indonesia banyak banget penemu-penemu kita yang perlu didampingi oleh tim-tim legal,"ungkapnya.


Update dan Adaptif

Menurut Adrian mahasiswa STIH IBLAM dan juga dosen juga kampus harus terus update untuk tujuan pengembangan diri agar bisa melahirkan berbagai inovasi. Adrian menegaskan bahwa walaupun bergerak di bidang hukum seluruh mahasiswa harus bisa membuka diri dan adaptif terhadap segala perkembangan informasi dan teknologi.

"Bahwa peran akademisi seperti STIH Iblam ini adalah mengupdate, bagaimana STIH Iblam ini bisa membuat inovasi-inovasi di bidang legal dan hukum. Sehingga peran dari akademisi tadi teman-teman mahasiswa baru tetap harus open terhadap segala sesuatu itu" tegasnya.

Baca juga: Ketua IKA FTIP Unpad Adrian Zakhary: Kolaborasi Alumni dalam Hybrid University Buat Citra FTIP Semakin Dikenal

Sebab itu menurut Adrian pentingnya peran kampus untuk mengarahkan para mahasiswa kepada hal tersebut. Membentuk mahasiswa yang memiliki etos belajar yang baik, terbuka pada perkembangan teknologi sehingga bisa melahirkan inovasi perspektif hukum yang kreatif.  

"Peran kampus itu penting untuk menjembatani, untuk membantu datangnya inovasi-inovasi tadi, teknologi-teknologi tadi kalau dari hukum mungkin bisa melihatnya dari perspektif legal atau dari perspektif hukum yang lainnya. Sehingga apa singa adanya peran dari perguruan tinggi dari tadi bersama pemerintah bersama bisnis dan industri bisa mendorong kekuatan ekonomi nasional tadi yang ujung-ujungnya memakan membuat Indonesia menjadi maju," pungkasnya.