Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran Sebut Video Penangkapan Coki Pardede Melanggar Etik di Podcast Deddy Corbuzier

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran Sebut Video Penangkapan Coki Pardede Melanggar Etik di Podcast Deddy Corbuzier

Foto
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, video penangkapan Coki Pardede yang tersebar di media sosial telah melanggar etik. foto: YouTube

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, video penangkapan Coki Pardede yang tersebar di media sosial telah melanggar etik.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Irjen Fadil Imran dalam podcast Deddy Corbuzier yang berjudul 'Dari Coki ke HRS ke Kartu Vaksin Palsu beredar‼️ Irjen Fadil Kapolda Metro jaya‼️ -Corbuzier Podcast' di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Selasa 7 September 2021.

Baca Juga:  Tretan Muslim Sebut Ada Wartawan Norak saat Coki Pardede Konferensi Pers di Channel Youtube


Melanggar etik

Pernyataan seorang Kapolda Metro Jaya soal video penangkapan Coki Pardede yang memiliki nama asli Reza Pardede dianggap telah melanggar etik itu, bermula saat Deddy Corbuzier menanyakan soal video penangkapan komika itu akibat narkoba jenis sabu.

Kemudian, video penangkapannya telah tersebar di media sosial.

"Kalau penangkapan nih pak. Terus, kan ada video penangkapan beredar, itu sebenarnya boleh gak sih?

Menanggapi pertanyaan itu, Irjen Fadil sapaan Irjen Fadil Imran menjawab, tidak boleh secara etik. Namun, tidak ada yang melarang masyarakat untuk merekam kejadian itu.

"Secara etik, sebenarnya gak boleh. Tapi, siapa yang mau larang masyarakat untuk memvideokan," ujar Kapolda Metro Jaya.


Polisi melanggar etik

Lebih lanjut, pria yang memiliki nama asli Mohammad Fadil Imran ini, menyebut anggota kepolisian yang merekam penangkapan Coki Pardede yang dikenal sebagai teman duet Tretan Muslim dalam berbagai video di kanal YouTube Majelis Lucu Indonesia atau MLI ini telah melanggar etik.

"Melanggar etik dia, apa lagi tindakan-tindakan itu menggunakan cara-cara yang tidak baik. Ada sidang kode etik di polisi biasanya," jelas Irjen Fadil Imran yang kini berusia 53 tahun.

"Kecuali, proses-proses dan perizinannya memang itu diperbolehkan," lanjutnya.

Hanya boleh kasus tertentu 

Dengan tegas, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang lahir pada 14 Agustus 1968  di Makassar, seorang anggota kepolisian boleh merekam proses penangkapan dalam kasus-kasus tertentu.

Baca Juga:  Ini Pengakuan Tretan Muslim dan MLI di Podcast Deddy Corbuzier soal Coki Pardede Seorang Gay

"Kasus-kasus yang memang SOP-nya kita siapkan untuk kepentingan penyelidikan. Kan biasanya ada yang kita lengkapi dengan dashcam dalam konteks pembuktian dan sebagainya kita gunakan," ungkapnya. 


Video penangkapan Coki Pardede tersebar

Dalam hal ini, Deddy Corbuzier menanyakan kepada Irjen Fadil Imran soal video penangkapan komika Coki Pardede akibat narkoba jenis sabu.

Dengan tegas, pria yang lulus Akademi Kepolisian tahun 1991 ini mengatakan, seorang anggota kepolisian tidak boleh merekam.

"Sebenarnya polisi tidak boleh menyebarkan secara etik, biasanya kalau ada komplain dari masyarakat, kami biasanya evaluasi," tutup Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.