Viral Pony, Orang Utan Jadi Budak Seks, Diperkosa dan Dibayar Rp 37 Ribu

Viral Pony, Orang Utan Jadi Budak Seks, Diperkosa dan Dibayar Rp 37 Ribu

Foto
Pony, seekor orang utan malang yang berhasil diselamatkan The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dari orang-orang yang mempekerjakannya sebagai pelacur. (BOSF)


Media sosial kembali diheboh dengan seekor orangutan yang dipaksa jadi pekerja seks komersial (PSK) demi memuaskan nafsu seks pekerja kebun sawit. Bahkan, orangutan itu dibayar Rp37 ribu untuk sekali main.

Jadi Budak Seks


Baca Juga: Sosok Lengkap Pony, Orang Utan Kalimantan yang Jadi Budak Seks dan Dicukur Rambutnya

Dilansir dari Instagram @indoflashlight, Pony sempat dijadikan pelacur di sebuah rumah bordil di Kareng Pangi, Kalimantan Tengah. Saat itu Pony dirantai, bulu-bulunya dicukur setiap hari dan berulang kali diperkosa oleh pria yang mengunjungi tempat itu.

Tak hanya itu, Pony dipaksa menjadi selayaknya manusia yang didandani dan memakai perhiasan serta parfum untuk melayani lelaki hidung belang. Lebih parahnya, hal keji seperti ini didukung oleh para warga lokal sehingga saat Pony hendak dievakusi warga sekitar berontak.

Mereka beranggapan Pony harus tetap di sana karena sudah dirawat sejak kecil. Namun, para tim penyelamat tak pantang menyerah hingga akhirnya berhasil membawa Pony.

"Di tangan para penyelamatnya, Pony masih mengalami trauma hebat," tulis Instagram @indoflashlight.

"Setiap kali ibu mucikarinya berkunjung, orangutan itu menjerit dan buang air besar secara tiba-tiba," sambungnya.

Baca Juga: 6 Hewan Aneh Berbentuk Unik di Dunia, Sudah Pernah Lihat?

Diperkosa dan Dibayar 37 Ribu


Kisah Poni mewarnai sejumlah media massa sejak 2013 silam. Poni adalah orangutan yang berhasil diselamatkan The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di tahun 2003 silam.

Saat ditemukan, Poni dirantai dan berbaring di atas matras rusuh. Seluruh bulu di badannya nyaris hilang. Pemiliknya rajin mencukur bulu, memberinya parfum, dan mendandaninya seperti manusia. Kepada buruh kebun kelapa sawit, Poni ditawarkan dengan tarif Rp 37 ribu.

Akun @jejak_pendaki menyebut jika Poni dilatih untuk melakukan aktivitas seksual biasa melayani para pekerja kebun sawit yang entah bagaimana ikut menjadikannya budak fantasi seks mereka.

Baca Juga: Deretan Hewan Paling Cepet di Dunia, Ada yang Mencapai 322 Kilometer Per Jam

BOS Foundation Berhasil Amankan Pony


Tim BOS Foundation berhasil mengamankan Pony setelah melalui perundingan yang rumit dengan warga sekitar. Setelah berhasil diselamatkan, Pony kemudian tiba di markas BOS Foundation di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah pada 13 Februari 2003.

“Pony dibawa ke tempat itu untuk direhabilitasi dengan catatan ibu mucikarinya diperbolehkan untuk berkunjung menjenguknya,” katanya.

“Hal itu juga dilakukan untuk meredam kemarahan warga yang menolak Pony dibawa,” ujarnya.

Meski sudah direhabilitasi, rasa trauma Pony dikabarkan tak kunjung hilang. Hal ini terlihat dari reaksi Pony yang kerap menjerit dan buang air besar secara tiba-tiba setiap ibu mucikarinya berkunjung.

Namun di sisi lain, seiring berjalannya waktu Pony mulai bersosialisasi dengan orang utan lainnya di tempat rehabilitasi tersebut.

“Pony saat ini aktif ikut sekolah hutan untuk mendapatkan bimbingan dan perhatian guna mengembalikan sifat aslinya,” katanya.