TikToker cantik Ica Maysha mengungkapkan arti kemerdekaan bagi dirinya yaitu bebas untuk mengemukanan pendapat di sekitar kita dan juga bebas berekspresi.
Hal itu diungkap oleh Ica Maysha dalam webinar 76 tahun Indonesia Merdeka, What's Your Way? yang berlangsung di YouTube Correcto Official dan Total Politik pada Senin, 16 Agustus 2021.
Dalam kesempatan itu pemilik nama lengkap Maysha Jhuan Khanaya Sirait ini menjelaskan bahwa makna merdeka hari ini dan masa lalu berbeda. Arti merdeka bagi Ica bahwa jika dulunya merdeka berarti bebas dari penjajahan sedangkan saat ini bebas untuk berpendapat.
"Merdeka itu, kalau kita belajar di pelajaran PKN berarti bebas. Bebas dari penjajahan. Sekarang bebas untuk berpendapat, baik itu berpendapat di sekitar kita," ungkap Ica Maysha dalam Webinar dengan tema 76 tahun Indonesia Merdeka, What's Your Way?.
Baca Juga: Biografi dan Profil Lengkap Agama Ica Maysha, TikToker Viral Lagu Welcome To Indonesia
Selain itu, gadis kelahiran 9 Mei 2006 ini juga mengatakan makna merdeka bukan hanya bebas berpendapat. Menurutnya merdeka juga bebas dari permasalahan yang terjadi di Indonesia saat ini.
"Merdeka saat kita udah bebas dari problem yang terjadi di indonesia. Bukan hanya Indonesia, tapi di dunia," lanjut Ica Maysha.
Kemudian saat disinggung terkait konten, Ica Maysha yang dikenal sebagai TikToker sempat mendapat cibiran netizen karena lagu Welcome to Indonesia yang dibuatnya. Ica mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu ambil pusing dengan hal tersebut dan lebih fokus bebas berkarya dan berpendapat dalam setiap konten yang dibuatnya.
Ica mengungkapkan bahwa dirinya tidak takut untuk dihujat, bahkan hujatan dari netizen tidak akan membuat dirinya untuk berhenti berekspresi.
"Sebenarnya gak ada ketakutan dihujat, banyak yang nggak terima. Hujatan netizen nggak bikin akun berhenti speak up," ungkap Ica Maysha.
Adapun narasumber yang hadir dalam webinar tersebut adalah Arya Sinulingga sebagai Founder Indonesia Muda Club, Faldo Maldini sebagai Staf Khusus Mensesneg, Ica Maysha sebagai TikToker, Ahmad Almaududy Amri sebagai Diplomat Muda RI dan Arie Putra sebagai Founder Total Politik.