Gulat Okol, Olahraga Tradisional dari Surabaya yang Mirip dengan Sumo

Gulat Okol, Olahraga Tradisional dari Surabaya yang Mirip dengan Sumo

Alpandi Pinem
2021-08-12 22:39:35
Gulat Okol, Olahraga Tradisional dari Surabaya yang Mirip dengan Sumo
Gulat Okol, Olahraga Tradisional dari Surabaya yang Mirip dengan Sumo (Sumber: Int)


Gulat okol merupakan tradisi wujud kegembiraan warga atas limpahan hasil bumi dan untuk mempererat persaudaraan. Tradisi yang dinamakan gulat okol ini diselenggarakan setiap perayaan sedekah bumi (tegal deso) di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya.

Mirip Sumo

Baca Juga: Deratan Senjata Tradisional Sangat Mematikan, Ada dari Indonesia Lho!

Olahraga ini memang sekilas mirip sumo di Jepang, hal itu karena para pegulat diharuskan memakai selendang yang dilingkarkan di bagian tubuh. Selendang inilah yang akan digunakan untuk menjatuhkan satu sama lain dalam gulat okol.

Selain dengan bantuan selendang, para peserta dilarang menjatuhkan lawan dengan cara lain. Bahkan peserta yang memiliki kuku panjang juga harus dipotong terlebih dahulu. Peserta dijamin keselamatannya karena arena gulat beralaskan jerami. Hal ini ditujukan agar pegulat yang terjatuh atau berguling-guling tidak akan merasakan sakit.

Ritual gulat ini awalnya dilaksanakan di area persawahan. Namun, kini Gulat Okol digelar di panggung dengan matras dari karung goni yang pada bagian bawahnya diletakkan jerami demi keamanan. Arena gulat sendiri memiliki ukuran 6 meter x 8 meter, dibuat seperti ring tinju dengan dua sudut, di sekeliling panggung diberi tali tambang besar.

Baca Juga: Ini Beberapa Kesenian Tradisional di Indonesia yang Bernuansa Mistis

Di Iringi dengan Musik Jawa

Sebagai pengantar para peserta Gulat Okol naik ke atas arena, ada alunan gending becek yang mengiringinya. Irama musik ini semakin menambah keceriaan dan semangat peserta Gulat Okol maupun para penonton yang menyaksikan.

Tradisi yang digelar satu tahun sekali itu biasanya berlangsung antara bulan September sampai Oktober. Para peserta Gulat Okol selalu beragam, mulai dari anak-anak sampai ibu-ibu rumah tangga.

Baca Juga: Merinding! Alat Musik Tradisional di Indonesia Ini Bisa Menanggil Arwah, Benarkah?

Filosofi Gulat Okol

Gulat okol memiliki filosofi tersendiri bagi warga di Surabaya. Olahraga ini telah menjadi tradisi yang terus dilestarikan secara turun-temurun untuk menjaga tali silaturahmi sesama warga desa di kawasan Surabaya tersebut.

Dulu ceritanya, sembari menunggu angon kerbau, sapi dan kambing di sawah, para warga menghabiskan waktu dengan cara bergulat di atas jerami usai panen. Bahkan penggunaan selendang memiliki arti khusus bagi mereka. Selendang memiliki arti persahabatan yang erat.

Antusiasme warga terhadap gulat okol selalu meningkat tiap tahunnya. Pesertanya tak hanya berasal dari Kelurahan Made, tetapi juga warga dari daerah lain. Tahun lalu misalnya, ada 40 pertarungan gulat okol. Para peserta tidak hanya dari kalangan pria dewasa, tetapi juga anak-anak dan bahkan ibu-ibu.


Share :

HEADLINE  

Bernadya Kepergok Bareng Pria Misterius, Netizen Sorot Iqbaal

 by Frida Tiara Sukmana

April 04, 2026 11:00:00


Rachel Vennya Murka, Okin Diduga Jual Rumah Anak Tanpa Izin

 by Frida Tiara Sukmana

April 03, 2026 11:00:00


Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00