Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir makan siang di warteg yang berada di bilangan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Lebih lanjut Erick Thohir makan siang sekaligus meninjau transformasi warteg yang sukses mengembangkan usahanya ke ranah digital.
Erick Thohir mengatakan, warteg juga merupakan roda ekonomi masyarakat yang harus dikembangkan meski di tengah pandemi Covid 19.
Baca Juga: Fakta Masuk Mal Wajib PCR Antigen, Mendag: Kalau Gak Mau, ke Pasar Aja
"Warteg itu kan juga menjadi ujung tombak ekonomi, kita tidak bisa melihat ekonomi ini hanya berdasarkan pembangunan dari konglomerat, tetapi yang penting bagaimana ultra mikro UMKM juga harus kita bangun," ujar Erick Thohir.
Berikut fakta-fakta Erick Thohir makan Warteg selama 20 menit.
Erick Thohir Coba Makan di Warung Tegal Mbah Galieh
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjajal langsung makan siang di tempat. Dia mencoba makan di Warung Tegal Mbah Galieh, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Erick Thohir datang sekitar pukul 11.58 WIB. Ia sempat berbincang ringan terkait kondisi penjualan warteg selama pandemi COVID-19.
Erick Thohir Makan Selama 20 Menit
Menu yang dipesannya yaitu nasi, terong, telur, tempe mendoan, ati ampela dan rawon kikil dengan total harga Rp 24 ribu. Nah, bisakah Erick Thohir makan siang selama 20 menit sesuai aturan PPKM?
"Saya rasa tadi kan gini loh memang mesti ada triknya, sekarang kan bisa pesan lewat ini, aplikasi. Tadi saya rasa makan 20 menit cukup lah, kan ada order langsung makan," kata Erick .
Erick mengatakan, makan di warteg sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu. Menurutnya yang sulit untuk menerapkan aturan 20 menit jika pengunjung mengobrol.
"Yang susah kan gini, 20 menit nggak cukup kalau ngobrol. kalau datang makan pergi cukup mestinya," ujarnya.
Dia menegaskan, berdasarkan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa aturan makan di tempat selama 20 menit dapat terealisasi dengan penerapan protokol kesehatan.
"Bismillah lah, kan sama-sama. Kan Bapak Presiden sudah sampaikan 1 M, memakai masker. Itu yang paling penting," katanya.
Rencana BUMN akan mengintegrasikan ekonomi dari kalangan menengah ke bawah
Rencananya, BUMN ke depan akan mengintegrasikan ekonomi dari kalangan menengah ke bawah dengan layanan yang dimiliki BUMN khususnya perbankan dari sisi permodalan.
Hal itu pun dilakukan sebagai upaya pemulihan ekonomi. Erick mengatakan, usaha kecil seperti warteg menjadi ujung tombak perekonomian yang tidak bisa dihiraukan.
Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Syarat Terbaru Perjalanan ke Atau dari Luar Negeri Selama Pandemi Covid-19
"Nanti kita sinergikan kerja samanya dengan tadi BUMN yang memang bisa membantu permodalan. Supaya bisa tambah lagi, warteg di DKI semua itu 35 ribu jadi ekosistem yang sehat," imbuhnya.
"Warteg itu kan ujung tombak dari ekonomi. Kita tidak bisa melihat ekonomi ini hanya berdasarkan membangun dari konglomerat, pengusaha besar. Tetapi yang harus penting adalah yang tidak kalah penting bagaimana ultramikro dan UMKM harus kita bangun," pungkasnya.