Mulai tanggal, 9 Agustus 2021, Blok Rokan yang dulunya dikelola oleh Chevron diambil alih Pertamina.
Dalam blok Rokan hasil dari kerja keras duo Menteri BUMN Erick Thohir dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati.
"Kita patut bersyukur atas momentum ini. Ini perjuangan panjang. Ini bukti Pak Erick dan Bu Nicke serius untuk mengembalikan kedaulatan energi di RI. Kalau Pertamina mampu, kenapa blok kita harus dikasihkan kepada operator asing?" kata Nusron.
Tak hanya itu saja bahkan anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade juga ikut mengapresiasi langkah Menteri BUMN Erick Thohir dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati dalam aksi 'merebut' blok Rokan ini.
Baca Juga: Fakta-fakta Pertamina Rebut Blok Rokan, Erick Thohir Kembalikan Kedaulatan Energi RI
"Tentu kami di Komisi VI sudah mendengar proses pengambil alihan blok Rokan ini. Ini merupakan bukti langkah nyata dari Menteri BUMN dan juga Dirut Pertamina untuk merebut lagi kedaulatan energi di Indonesia," ujar Andre.
Blok Rokan pernah menjadi blok penghasil minyak terbesar di Indonesia. Lapangan Duri yang ditemukan tahun 1941 pernah menjadi lapangan terbesar di Asia Tenggara. Lapangan Minas, yang ditemukan tahun 1944 menggantikan posisi Lapangan Duri menjadi lapangan migas terbesar di Asia Tenggara saat di temukan.
Puncak kejayaan Blok Rokan adalah saat memproduksikan 1 juta barel minyak per hari pada 17 Mei 1973.
"Dengan latar belakang tersebut, jelas menjadi tantangan tersendiri bagi PHR untuk dapat kembali mengulang sukses dari blok tersebut. Bukan hal mudah untuk mengulangi capaian-capaian tersebut mengingat kondisi lapangan-lapangan di Blok Rokan kini sudah mengalami penurunan produksi yang cukup tinggi karena usianya yang sudah cukup tua," ungkap Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan.
Disisi lain Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pihaknya akan mengebor 161 sumur hingga akhir tahun 2021 ini, kemudian dilanjutkan mengebor 500 sumur pada 2022.
"Pertamina berkomitmen untuk mempertahankan produksi pascaalih kelola," kata Nicke dalam sambutan virtual Alih Kelola Wilayah Kerja Rokan
Baca Juga: Kembali ke Pangkuan RI Pertamina Rebut Blok Rokan dari Chevron, Erick Thohir Diapresiasi
Wilayah Blok Rokan juga memiliki potensi tidak konvensional yang dapat menunjang peningkatan produksi migas nasional.
Blok Rokan merupakan salah satu wilayah kerja strategi yang telah menghasilkan lebih dari 11 miliar barel minyak sejak tahun 1951 hingga 2021.
Pada akhir Juli 2021, rata-rata produksi wilayah kerja tersebut sekitar 160,5 ribu barel per hari atau sekitar 24 persen dari produksi nasional dan 41 juta kaki kubik per hari untuk gas bumi.