Fakta-fakta bersejarah dilakukan dalam seremonial serah terima wilayah kerja Blok Rokan pada pukul 00:01 WIB tadi malam oleh CPI ke Pertamina.
Blok minyak raksasa di Rokan, Riau, resmi diambil PT Pertamina (Persero) mulai hari ini, Senin 9 Agustus. Sebelumnya, selama 97 tahun atau hampir seabad lamanya blok ini dikuasai perusahaan asing dari Amerika Serikat, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).
Berikut kumparan rangkum fakta-faktanya:
Baca Juga: Kembali ke Pangkuan RI Pertamina Rebut Blok Rokan dari Chevron, Erick Thohir Diapresiasi
Blok Rokan Resmi Dikelola PHR hingga 20 Tahun ke Depan
Dengan serah terima dini hari tadi, Blok Rokan resmi dikelola oleh anak usaha Pertamina yaitu Pertamina Hulu Rokan (PHR) 100 persen. Jangka waktu kelolanya selama 20 tahun ke depan.
Serah terima dilakukan langsung oleh Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit & Presiden Direktur CPI Albert Simanjuntak ke Dirut PHR Jaffe A. Suardin.
Seremonial ini juga disaksikan banyak pihak secara luring dan daring mulai dari para bupati di Riau yang daerahnya masuk wilayah kerja Rokan, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury, hingga ribuan penonton lainnya di YouTube termasuk para karyawan eks CPI.
Blok Rokan Akan Sumbang 24 Persen Produksi Migas Nasional
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan alih kelola menjadi momen bersejarah bagi Pertamina dan Indonesia, karena akan menunjang ketahanan energi nasional. Blok Rokan berkontribusi 24 persen terhadap produksi minyak nasional.
Menurut Nicke, pengelolaan Blok Rokan ke Pertamina sebagai BUMN akan memberikan manfaat, sekaligus memperkuat Pertamina sebagai lokomotif pembangunan. Pertamina juga punya peran lain untuk mendukung program pemerintah 1 juta barel minyak pada 2030.
"Kita akan jadi saksi di mana Blok Rokan resmi dikelola Pertamina, ini hadiah terindah dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia," ujar Nicke.
Pertamina Bayar Mahal untuk Bisa Rebut Rokan dari Chevron
Menengok ke belakang, Pertamina resmi mendapatkan Blok Rokan dari tangan Chevron pada akhir Juni 2018. Pertamina mendapatkan blok ini dengan harga yang tidak murah.
Kala itu, Pertamina menang dari Chevron, salah satunya karena mengajukan bonus tanda tangan sebesar USD 784 juta. Perusahaan juga menawarkan komitmen kerja pasti cukup besar ke pemerintah yaitu USD 500 juta.
Kini, pekerjaan besar menanti Pertamina. Blok Rokan yang sudah dikuras hampir 100 tahun, kondisi sumurnya sudah tidak lagi muda. Perusahaan harus bekerja keras agar bisa mempertahankan produksi minyak di sana demi menjaga ketahanan energi.
Baca Juga: Catat, 21 Mal di Jakarta Ini Wajibkan Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Masuk
Erick Thohir Ikut Andil Dalam Rebut Blok Rokan
Blok Rokan yang dulunya dikelola oleh Chevron kini diambil alih PT Pertamina (Persero). Ini menjadi hadiah Kemerdekaan RI ke 76 selain medali emas Olimpiade.
"Bedanya kalau dalam Olympic Tokyo disumbangkan Gresyia Polii dan Apriyani Rahayu dalam cabang olahraga badminton. Dalam blok Rokan hasil dari kerja keras duo; Menneg BUMN Erick Thohir dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati," kata Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid
"Kita patut bersyukur atas momentum ini. Ini perjuangan panjang. Ini bukti Pak Erick dan Bu Nicke serius untuk mengembalikan kedaulatan energi di RI. Kalau Pertamina mampu, kenapa blok kita harus dikasihkan kepada operator asing?" Kata Nusron.