Selain Vaksin, Dokter Henry Suhendra Sebut Vitamin D Bisa Meningkatkan Imunitas Tubuh

Selain Vaksin, Dokter Henry Suhendra Sebut Vitamin D Bisa Meningkatkan Imunitas Tubuh

Dedi Sutiadi
2021-07-13 21:27:27
Selain Vaksin, Dokter Henry Suhendra Sebut Vitamin D Bisa Meningkatkan Imunitas Tubuh
Dokter Henry Suhendra di acara Deddy Corbuzier Podcast

Dokter Henry Suhendra bongkar rahasia vitamin bisa jadi solusi imunitas tubuh selain vaksin. Menurutnya, selain vaksin Vitamin D juga bisa meningkatkan imunitas tubuh. 

Vitamin D meningkatkan imunitas tubuh

Menurut dokter Henry Suhendra Vitamin D bagus untuk imunitas tubuh. Menurutnya Vitamin D bisa bervungsi sebagai imunitas dalam tubuh. Bahkan dirinya menyebut bahwa selain vaksin Vitamin D bisa untuk menangkal virus corona. 

"Itu sebabnya kita harus tingkatkan Vitamin D kita. Karena itu (Vitamin D) pelindung kita dari dalam," ucap dokter Henry Suhendra dalam video YouTube Deddy Corbuzier  yang diunggah pada Selasa 13 Juli 2021

"Makanya saya bilang, kasih aja Vitamin D kan lebih murah daripada itu (vaksin)," ungkapnya. 

Vitamin meningkatkan antibodi alami dalam tubuh

Selanjutnya dokter Henry Suhendra menerangkan bahwa Vitamin D dapat meningkatkan 3 hal dalam tubuh kita terkait fungsi imunitas. Menurutnya  Vitamin D bisa meningkatkan antibodi alami dalam tubuh kita. 

"Vitamin D itu meningkatkan imunitas kita dalam 3 hal. Dia (Vitamin D) meningkatkan local barriers. Kemudian Innate Immunity, kita lahir dengan itu (Innate Immunity) imunitas bawaan kita. Yang berikutnya adalah  Adequate Immunity. Untuk yang Innate Immunity memiliki antibodi alami yang dibentu oleh badan kita," jelasnya. 

Jangan takut konsumsi Vitamin D

Dokter Henry Suhendra berpesan bahwa masyarakat tidak perlu takut dalam mengkonsumsi Vitamin D ssuai aturan. Menurutnya tidak ada efek samping dari mengkonsumsi Vitamin D. 

"Jangan takut! ini (Vitamin D) cuman suplemen kok. Ini bukan obat farmasi yang punya banyak efek sampingnya. Ini kan suplemen, kalau Anda masih kurang yakin, Vitamin D ini dasarnya sama seperti apa yang kamu dapat dari sinat matahri. Mana bisa ada efek sampingnya,"

Kadar rata-rata Vitamin D Indonesia rendah  

Dokter Henry Suhendra juga mengukat satu data yang cukup mencengangkan. dirinya menyebut bahwa kadar rata-rata Vitamin D warga Indonesia itu rendah. bahkan menurutnya terendah dari 5 negara di Asean. 

"Tahun 2020 WHO mengumumkan Indonesia itu kadar Vitamin D nya paling rendah diantara 5 negara Asean ini, 17,2. Karena apa, tidak ada orang ngomong soal Vitamin D kan? Diabaikan saja," tuturnya 

Jam berjemur terbaik

Menurut dokter Henry Suhendra ada beberap faktor kenapa kadar rata-rata Vitamin D orang Indesia itu rendah, salah satunya adalah salah informasi. Dirinya mencontohkan soal jam jemur yang kebanyak menyebut baik di pagi hari. Padahal merujuk satu hasil riset, dirinya menyebut jam terbaik berjemur untuk mendapat kualitas Vitamin D adalah pada jam 11.00 sampai dengan 13.00 WIB. 

"Masih banyak yang mendapat informasi salah. Soal jam jemur aja misalnya, Owh salah itu dokter Henry yang bilangnya jam siang hari, tengah hari suruh jemur. Itu saja jawab, itu Doktor Michael F. Holick dari Boston sudah datang ke Indonesia tahun 2011-2012 dia bikin penelitian di Jakarta dan di Bankok.  Kesimpulannya jam jemur dimana ultraviolet itu yang maksimum menghasilkan Vitamin D itu jam 11-1 siang, jadi bukan pagi. Itu tadi informasi seperti masih kacau kita," katanya.


Share :