Fakta Lengkap Ivermectin yang Disebut Erick Thohir, BUMN Bakal Jual dengan Harga Merakyat

Fakta Lengkap Ivermectin yang Disebut Erick Thohir, BUMN Bakal Jual dengan Harga Merakyat

Yuli Nopiyanti
2021-06-24 09:53:22
Fakta Lengkap Ivermectin yang Disebut Erick Thohir, BUMN Bakal Jual dengan Harga Merakyat
obat Ivermectin untuk terapi Covid-19 (Foto:Berbagai Sumber)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa obat Ivermectin untuk terapi Covid-19 sudah mendapatkan izin edar dari BPOM dan dijual dengan harga merakyat.

Untuk bisa mengkonsumsi obat ini, pasien Covid-19 harus mendapatkan rekomendasi dari dokter. Manajemen INAF menyatakan, diharapkan dengan adanya obat ini akan dapat menekan tingkat penularan virus Covid-19 di dalam negeri.

Fakta lengkap Ivermectin yang disebut Erick Thohir, bakal dijual murah dirangkum correcto.id dari berbagai sumber:

Baca Juga: Ivermectin Banyak Digunakan di Kalangan Pesantren, Peneliti FKUI: Itu Untuk Terapi Covid

Ivermectin ini obat Anti Parasit, Bukan Antivirus


Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kementerian BUMN dan Indofarma, Ivermectin ini merupakan obat antiparasit yang digunakan untuk menghambat replikasi virus SARS-Cov-2. Obat ini merupakan obat minum anti parasit yang secara in vitro memiliki kemampuan anti-virus yang luas.

Obat Ivermectin bakal dijual murah BUMN

Erick mengatakan, obat Ivermectin terapi pasien Covid-19 ini dibanderol dengan harga yang sangat murah, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per tablet.

Ivermectin ini saat ini sedang berada dalam fase uji stabilitas. Menurut Erick, obat ini sudah teruji efektivitasnya berdasarkan beberapa jurnal kesehatan.

"Nantinya dengan kapasitas produksi 4 juta tablet per bulan, obat ini diharapkan menjadi solusi dari virus Covid-19," jelas dia.

Ivermectin akan diproduksi 4 juta tablet perbulanya


Erick Thohir memastikan, ketersediaan obat Ivermectin cukup saat ini. Indofarma sendiri akan memproduksi 4 juta Ivermectin bisa dicapai per bulannya.

"Kita sudah mulai produksi, dan InsyaAllah nantinya dengan kapasitas produksi 4 juta (tablet) per bulan obat ini diharapkan dapat menjadi solusi Covid-19," kata Erick.

Kolaborasi Erick Thohir dan Prabowo

Dalam proses pengerjaannya, Kementerian BUMN selaku pemegang saham menggandeng Kementerian Pertahanan dan pihak lain untuk menggarap proyek di sektor farmasi tersebut. 

Indofarma dan beberapa Rumah Sakit (RS), termasuk di antaranya Rumah Sakit di bawah Kementerian Pertahanan sudah melakukan tahap penelitian di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).  

"Saat ini, Ivermectin dalam tahap penelitian di Balitbangkes dan bekerjasama dengan beberapa Rumah Sakit, termasuk diantaranya Rumah Sakit di bawah Kementerian Pertahanan," ujar Erick.

Baca Juga: Pakar Sebut Pasien Covid-19 Banyak Menerima Ivermectin, Terbukti Hambat Virus Corona

Ivermectin Harus Dibeli dengan Resep Dokter


Obat Ivermectin, merupakan obat keras sehingga pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaannya di bawah pengawasan dokter.

Ivermectin yang digunakan tanpa indikasi medis dan tanpa resep dokter dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan efek samping, antara lain nyeri otot atau sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk, dan Sindrom Stevens-Johnson.


Share :