Sosok Nathaniel Veltman yang merupakan pelaku pembunuhan satu keluarga muslim di Kanada mengaku tidak mempunyai rasa takut sedikit pun setelah melakukan aksinya.
Fakta Nathaniel Veltman saat ditangkap oleh kepolisian setelah beberapa saat menabrak satu keluarga muslim tersebut dalam keadaan tertawa sambil merokok.
Menabrak Hingga Tewas
Satu keluarga muslim di Kanada yang terdiri dari Salman Afzaal, Madiha, Yumna, Talat dibunuh dengan cara ditabrak dengan menggunakan sebuah truk pengangkut telur.
Baca Juga: Profil dan Biodata Lengkap Umur Toeti Heraty Noerhadi, Penulis Senior yang Meninggal Dunia
Kabar baiknya, terdapat seorang korban pelaku pembunuhan satu keluarga muslim di Kanada bernama Fayez yang kini masih dirawat di sebuah rumah sakit.
Sosok dan Fakta Nathaniel Veltman
Nathaniel Veltman merupakan sosok yang sangat benci Islam. Atas perbuatanya, dia dijatuhi empat dugaan pembunuhan sekaligus.
Dilansir dari berbagai sumber, Nathaniel Veltman merupakan seorang pria yang berusia 20 tahun dan tinggal di sebuah apartemen di Ontario, Kanada.
Di mata para tetangga, sosok Nathaniel Veltman merupakan pemuda yang gemar bermain video game hingga larut malam dan bekerja di sebuah perusahaan pengemasan telur ayam sebagai seorang kurir.
Broken Home
Fakta Nathaniel Veltman pelaku pembunuhan satu keluarga muslim di Kanada yang paling mengejutkan adalah tepat tahun 2016 kedua orang tua Nathaniel Veltman melayangkan gugatan cerai saat usianya tepat 15 tahun.
Nathaniel Veltman sendiri merupakan anak pertama dari enam bersaudara.
Merokok dengan Santai
Beberapa saat setela melakukan aksi pembunuhan satu keluarga muslim di Kanada, Nathaniel Veltman malah asik merokok dan meminta para saksi untuk menghubungi polisi dan mengatakan dirinya telah melakukan pembunuhan.
Fakta Nathaniel Veltman selanjutnya, saat ditangkap, oleh polisi, pemuda 20 tahun itu malah tertawa dan seakan sangat menikmati pembunuhan itu.
Respon PM Kanada
Menanggapi aksi Nathaniel Veltman pemuda 20 tahun kurir telur yang membunuh satu keluarga muslim di Kanada itu, PM Kanada Trudeau menyebut sebagai tindakan teroris dan juga mengungkapkan rasa berduka yang mendalam.