Ini Lokasi Siswa SD Pakai Kereta Gantung Berbahaya Menyeberangi Sungai untuk Pergi ke Sekolah

Ini Lokasi Siswa SD Pakai Kereta Gantung Berbahaya Menyeberangi Sungai untuk Pergi ke Sekolah

Foto
Tangkap Layar Video Siswa SD Pakai Kereta Gantung Berbahaya Menyeberangi Sungai untuk Pergi ke Sekolah (foto: Instagram/ @ndorobeii)

Belum lama ini sebuah video memperlihatkan tiga siswa SD nekat pakai kereta gantung menyeberangi sungai untuk menuntut ilmu ke sekolah viral di media sosial. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang telah melihat video itu langsung mencari lokasi.

Menurut penelusuran Correcto.id, lokasi aksi berbahaya ketiga siswa itu berada di Desa Kuntu Darussalam, kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Baca Juga: Viral Video Siswa SD Pakai Kereta Gantung Menyebrangi Sungai untuk Pergi Sekolah, KPAI Cari Lokasi

Lokasi itu juga dibenarkan oleh seorang warganet yang berkomentar di unggahan video akun Instagram @manaberita, "Ini di desa KUNTU DARUSALAM. Kab.KAMPAR-RIAU min. Tolong bantu di viralkan min. Semoga terlihat oleh pak @jokowi dan jajaran instansi yg berkaitan dg pembangunan desa.🙏🙏🙏," tulisnya.

Diberitakan sebelumnya, video memperlihatkan tiga siswa SD nekat pakai kereta gantung menyeberangi sungai untuk menuntut ilmu ke sekolah viral di media sosial.

Diamati dari video yang beredar luas itu, terlihat tiga orang siswa terdiri dari satu pria dan dua wanita bergelantungan menyeberangi sungai untuk bersekolah. Mereka memakai 'kereta gantung' menantang bahaya berjuang untuk bisa sekolah.

Baca Juga: Istri Protes ke Suami Karena Suka Konsumsi Sabu Hingga Sedot Bagian Intim Hingga Kering

Dalam video berdurasi 29 detik itu, ketiga anak SD tengah memainkan semacam jaring terbuat dari bambu. Jaring itu telah diikat ke tali dan digantung di besi yang terpasang merentangi sungai.

Ketiga orang anak itu menyimpan tas mereka pada jaring bambu. Mereka berpegang erat pada jaring itu, lalu berlari dan melompat menyeberangi sungai dengan bergelantung.

Viral video itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) langsung merespons dan  akan mencari tahu dimana lokasi peristiwa itu terjadi.

"Kami sedang dalami kepastian titik lokasinya dimana," kata Ketua KPAI Susanto kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Viral Video Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar OTK di Valence

Susanto merasa prihatin setelah melihat video tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memprioritaskan akses jalan untuk anak mudah ke sekolah.

"Melihat video ini, prihatin, anak berjuang melewati jalan yang menantang dan membahayakan. Pemerintah daerah perlu memprioritaskan akses anak ke sekolah agar aman dan nyaman," ucapnya.