Viral Video Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar OTK di Valence

Viral Video Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar OTK di Valence

Foto
Tangkap Layar Video Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar OTK (foto: Twitter/ @NasraBashiir)

Sebuah video memperlihatkan Presiden Prancis, Emmanuel Macron (43) ditampar orang tidak dikenal (OTK) saat sedang melakukan tur nasional di Tain-l'Hermitage, pinggiran kota Valence viral di media sosial.

Diamati video yang diunggah akun Twitter @NasraBashiir itu, terlihat Macron yang memakai kemeja lengan panjang berwarna putih dan celana panjang hitam berlari menghampiri warga dan memberikan salam. 

Setelah itu, ada seorang pria memakai baju kaos warna hijau meminta salaman dengan Macron, setelah salaman pria itu pun langsung menampar Macron.

"French president Emmanuel Macron has been slapped while visiting in the Drome region of southern France on Tuesday (Presiden Prancis Emmanuel Macron telah ditampar saat berkunjung ke wilayah Drome di Prancis selatan pada hari Selasa-red)," tulis @NasraBashiir sebagai keterangan video unggahannya seperti dikutip Correcto.id, Rabu (9/6/2021).

Mengutip dari BBC, pria yang menampar Macron itu bernama Damien T dan meneriakkan "Montjoie, Saint-Denis" ketika menampar Macron. Arti teriakan pria itu merupakan seruan perang di zaman Kerajaan Prancis, yang juga merupakan panji Raja Charlemagne.

Meski ditampar, Macron mengaku dia tidak cedera dan meneruskan interaksi dengan warga lain. "Saya tidak apa-apa. Kita harus menempatkan insiden ini, yang menurut saya terisolasi, dalam perspektif tertentu," kata Macron.

Dia menegaskan tidak akan membiarkan pengacau tersebut mendapatkan sorotan. "Saya akan terus melanjutkannya. Tidak ada yang dapat menghalangi saya," tegas Emmanuel Macron.

Saat ini, aparat setempat masih menginterogasi Damien untuk mengungkap motifnya menampar Macron. Damien sendiri diketahui merupakan pendukung kelompok sayap kanan.

Diduga, aksi penyerangan ini berkaitan dengan motif politik. Beberapa minggu lagi akan dilakukan pemilihan regional dan Pilpres Prancis juga akan diadakan kurang dari setahun lagi. Saat ini, elektabilitas Macron masih unggul tipis dari tokoh sayap kanan ekstrem, Marine Le Pen.