Mitos Suara Petpet yang Konon Dianggap Sebagai Petanda Kematian

Mitos Suara Petpet yang Konon Dianggap Sebagai Petanda Kematian

Foto
Tonggeret atau Petpet (Istimewa)


Berbicara soal legenda dan mitos tentu bagi sebagian masyarakat Indonesia masih banyak yang memercayainya. Salah satunya adalah soal kepercayaan atas suara tonggeret atau petpet, yang merupakan penamaan untuk segala jenis serangga dalam anggota subordo Cicadomorpha. Adapun tonggeret (petpet) memiliki ciri spesifik, yakni mulai berbunyi nyaring saat pergantian sore menuju malam hari.

Dimana, orang-orang Karo pada masa dulu, saat suasana pedesaan masih banyak dikelilingi hutan, suara petpet merupakan salah satu penanda waktu. Ketika petpet sudah bersuara, maka sudah dapat dipastikan waktu telah sore dan malam hari segera tiba, maka warga desa akan pulang ke rumah dari sawah atau ladang, karena setelah itu hari akan segera gelap.

Baca Juga: Cerita Mistis Rumah Mitos D'Pongs di Semarang, Pengunjung Kerap Mengalami Keanehan Mengerikan

Petpet bersuara nyaring secara berkelompok, dan memiliki jeda. Suara petpet akan terdengar kurang lebih selama satu menit dan kemudian jeda sebentar, dan hal itu berulang-ulang terdengar sekitar 30 menit lamanya.

Secara umum tonggeret atau pepet memiliki fase hidup yang cukup lama. Namun sebagian besar hidupnya dihabiskan dalam tanah dalam bentuk nimfa. Tongeret bisa hidup dalam tanah sampai 17 tahun lamanya.

Setelah dewasa nimfa akan menjadi dewasa ditandai dengan tumbuhnya dua sayap yang transparan. Petpet biasanya memiliki warna hijau dan bahkan kadang-kadang berwarna hijau kehitaman.

Baca Juga: Cerita Misteri Jembatan Tanggulangin Kudus, Memiliki Mitos Mengerikan Bagi Pejabat

Petpet dewasa hidup dipepohonan hanya selama 2-4 minggu. Saat itulah petpet mulai bersuara untuk menarik perhatian pasangan untuk kawin. Beberapa hari setelah kawin serangga dewasa jantan akan mati.

Saat bertelur, petpet betina akan menempelkan telur-telurnya di cabang atau batang pohon dan rerumputan dan kemudian mati. Setelah telur menetas menjadi nimfa, lalu jatuh ke tanah, nimfa ini akan menggali lubang sedalam 30-50 cm, dan hidup di dalam tanah selama bertahun-tahun.

Karena sudah menjadi kebiasaan petpet bersuara pada sore hari, maka ini dianggap wajar oleh warga desa, bahkan dianggap memiliki manfaat karena dapat menunjukkan waktu. Diluar kebiasaan waktu bersuara di sore hari, maka suara petpet akan dianggap tidak wajar.

Baca Juga: Mitos Nyi Roro Kidul Datang dari Tanah Batak, Ini Faktanya

Sebagaimana anggapan warga di desa di Tanah Karo misalnya, ketika petpet bersuara pada malam hari secara berkelompok, maka ini dianggap bukanlah suatu pertanda baik.

Namun, bila petpet bersuara pada malam hari, maka ini akan menandakan kematian. Artinya ketika petpet sudah bersuara pada malam hari yang umumnya tepat ditengah malam, maka salah satu warga desa dipastikan akan meninggal dalam waktu tidak lama lagi. Anggapan demikian sudah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun lamanya.