Nama aktris Yanni Melwani dan penyanyi Nowela Elizabeth Auparay dianggap lebih layak ketimbang Nagita Slavina untuk menjadi ikon PON XX Papua. Hal itu disampaikan komika Arie Kriting dalam unggahan Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.
Rupanya selain punya bakat yang mumpuni, Arie Kriting mengatakan bahwa Yanni dan Nowela lebih cocok ketimbang istri Raffi Ahmad itu, karena mereka juga berasal dari Indonesia bagian timur (Papua).
Bintang iklan beberapa produk nasional itu disebut-sebut mampu menggantikan posisi Nagita sebagai sosok yang merepresentasikan Papua.
Sosok Yanni Melwani
Sosok Yanni Melwani menuai sorotan usai didapuk sebagai pengganti Nagita Slavina untuk ikon PON XX Papua.
Yanni Melwani merupakan aktris dan model asal Biak Numfor, Papua. Selain aktif di dunia entertainment, Yanni juga dikenal sebagai seorang pebisnis
Beberapa produk kecantikan telah dirilis oleh wanita kelahiran 15 Januari tersebut.
Tanggapan Yanni Mengenai PON XX Papua
Yanni Melwani menyampaikan bahwa semua itu kewenangan pihak Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
"Yang terpenting bagi saya adalah pelaksanaan PON berjalan dengan baik, dan kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk menjadikan ajang PON sebagai ajak nasional yang dapat membawa nama baik Papua dan Indonesia," tuturnya.
Yanni Melwani BerpeaN Yang Penting PON XX Papua Sukses
Yanni juga berharap PON kali ini menjadi media bagi para atlet untuk mengasah kemampuannya agar dapat bersaing di dunia Internasional.
Alih-alih turut memperpanas suasana, Yanni menghimbau agar polemik ini disikapi secara dewasa.
“Semoga semua berjalan sesuai rencana ya, dan kita bisa bersatu agar pelaksanaan PON dapat sukses”. Pungkasnya.
Baca Juga: Joget Telanjang Dada Bareng Pacar, Perut Lucinta Luna Bikin Netizen Gagal Fokus
Kritik dari Arie Kriting
Sebelumnya, seperti yang KLovers tahu, Arie Kriting mengkritik penunjukkan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai ikon Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
"Penunjukan Nagita Slavina sebagai Duta PON XX Papua ini memang pada akhirnya dapat mendorong terjadinya Cultural Appropriation. Seharusnya sosok perempuan Papua, direpresentasikan langsung oleh perempuan Papua," tulisnya.