Sebuah rekaman suara yang diduga suara dari Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul baru saja beredar di sejumlah kalangan. Saat disimak rekaman suara itu, pada intinya Bambang Pacul akan mundur diri dari jabatannya bila Gubernur Jawa Tengah, Banjar Pranowo diusung PDIP menjadi calon presiden (Capres) di Pilpres 2024 mendatang.
Namun yang agak ganjil, bersamaan dengan ketidaksetujuannya Ganjar diusung jadi presiden, pria dalam rekaman tersebut justru mengibaratkan Puan Maharani seperti teh botol Sosro.
Baca Juga: Video Presiden Soeharto Sedang Tertawa Beredar di Media Sosial, Netizen: Ketawa Maut
Pria dalam rekaman suara itu tidak menyebut siapa sosok yang menurutnya pantas untuk diusung PDIP sebagai presiden.
"Jadi rumusnya Puan Maharani teh botol sosro. Apapun makanannya minumnya teh botol. Ya tho? Siapapun calon presidennya, wakilnya PM. Masuk akal, tidak? Ya pasti masuk tho, Pak," katanya.
Berikut transkrip lanjutan dari rekaman suara pria yang diduga Bambang Pacul tersebut.
Baca Juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Tak Mau Kalah dari AS, Bakal Bikin Wisata Vaksin untuk Warga Asing
Apakah presidennya Ganjar, wakilnya Puan? Yang bener. Apa yang dilakukan DPD PDIP? Menunggu titah ketua umum. Kita sudah mempersiapkan. Kenapa? Saya akan ajak bicara ketua umum. Saya jelaskan. Ora, Cul, iki aku intine Ganjar yang akan saya kasih rekomendasi. Mohon izin, Bu, saya mengundurkan diri
Berani, Cul? Berani, kenapa takut? Nanti kalau Ganjar dikasih rekomendasi, kemungkinan itu ada tidak? Ya ada, tapi nol koma nol nol persen. Masih ada Mbak Puan tidak bisa tho, Pak. Teorinya siapa? Lha, dulu Pak Jokowi bisa. Lha, dulu Mbak Puan masih indil-indil. Sekarang ya tidak bisa.
(Mbak Puan) semua lorong kekuasaan istana pernah. Semua lorong di Senayan pernah. Kurang apa? Kekuasaan di republik itu hanya di dua titik. Di Senayan dan Istana. Mbak Puan pernah bergerak di dua lorong itu. Pengalaman sudah punya. Elite-elite sudah kenal semua, lebih gampang untuk berembuk.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Dicandai Netizen Ketika Menanyakan Pelaku Lempari Truk-truk di Kendal
Nanti kalau saya menegur (Ganjar), dia balas. Memang kamu siapa, Cul, negur aku? Yang bisa negur aku Bu Mega thok. Kan begitu mulutnya dia. DPD dan Ganjar beda pendapat, biar yang nilai ketua umum.
Ya kalau saya diberi kewenangan ya saya ajak tarung tidak perduli saya. Ini takkasih (kukasih) kalian semua. Kalau rekom jatuh ke Ganjar, Bambang Pacul mengundurkan diri dari jabatannya!
Sumber: Indozone