Cerita Mistis Penggali Makam di TPU Jaksel, Mengaku Sering Ada Pertanda Khas Bila Ada yang Akan Dikubur

Cerita Mistis Penggali Makam di TPU Jaksel, Mengaku Sering Ada Pertanda Khas Bila Ada yang Akan Dikubur

Foto
Ilustrasi Salah Satu TPU di Jaksel (foto: internet)

Seorang penggali makam di salah satu TPU di Jakarta Selatan (Jaksel) kerap dipanggil Bang Aselih (47) memiliki cerita mistis sulit diterima akal sehat. Pasalnya, dirinya mengaku bila ada yang mau dikubur pasti ada pertanda yang khas.

“Sebenernya bukan ceritaan boong (bohong-red) kalo ada orang yang mao dikubur bakal ngasih tanda-tanda ke kita”, katanya dalam dialek Betawi yang kental.

Baca Juga: Cerita Seorang Warga Soal Kolor Ijo di Langkat Sering Dikejar-kejar Warga

Diketahui, Mulanya Bang Aselih adalah salah satu tukang ojek pangkalan yang biasa mangkal tak jauh dari TPU. Karena belakangan sepi, maklum COVID 19, akibatnya banyak order yang hilang khususnya anak-anak sekolah begitu juga karyawan dan karyawati.

Hingga pada suatu hari, karena Bang Tohir penggali tetap TPU sedang sakit dan kebetulan hari itu ada yang datang untuk memakamkan keluarganya, karena iba, Bang Aselih pun menawarkan diri kepada Ketua TPU untuk membantu menggalikan makam.

“Daripade nganggur. Lumayan bisa buat beli beras ma jajan anak-anak”, kilahnya.

Baca Juga: Cerita Mistis Gunung Gajah Pemalang, Konon Dipercaya Tempat Kerajaan Siluman Terbesar

Alhasil, sejak itu, Ketua TPU meminta pada Bang Aselih bergabung menjadi penggali makam untuk membantu Bang Tohir yang selama ini hanya ditemani oleh Bang Amir yang usianya juga sudah menginjak setengah abad.

“Biasanya, kita kumpul pukul 07.00 trus pembagian tugas buat ngored (membersihkan rerumputan-red) atawa ngebetulin makam nyang kurang pantes. Nah. abis Megrib baru kita pada balik pulang”, paparnya.

Saat ditanya apakah dirinya tidak takut, dia mengaku kadang ada perasaan takut.

“Kadang ada juga perasaan takut”, jawabnya datar, “biasanya kalo ada keluarga dari luar kota yang sengaja nyempetin ziarah padahal udah malem. Alesannya enggak tahu percis sebelah mana kuburannya. Nah. kita kudu sedia nganterin”, lanjutnya lagi.

Dia mengatakan, saat mengantarkan pejiarah ke makam keluarganya, mereka akan mengantarnya dengan bertiga.

“Kagak lah. Kita betiga. Sebab kalo dikasih rejeki dari yang ziarah, langsung kita bagi tiga”, jawabnya cepat.

Menurut Bang Aselih, tiap akan ada yang dimakamkan, biasanya, areal TPU akan memberikan tanda-tanda yang khas. Mulai dari suara burung hantu, tanah meledak atau memendarkan cahaya kebiruan. Jika ada tanda-tanda tersebut, maka, sudah dapat dipastikan esoknya bakal ada yang dimakamkan di TPU tempatnya bertugas.

Baca Juga: Cerita Mistis Rumah Sakit Inggris di Banyuwangi, Sangat Angkat dan Sering Terdengar Suara Misterius

Keterangan tersebut diamini oleh Bang Tohir dan Bang Amir yang baru saja ikut bergabung dan menyalami neomisteri. Menurut keduanya, dahulu, TPU tersebut tergolong angker karena letaknya di pingggiran kota. Selain belum banyak penduduk dan pepohonan yang besar-besar, penerangan juga tidak ada sama sekali.

Namun, seiring dengan perkembangan kota, maka, TPU tersebut kini terletak di pinggir jalan raya yang lalu lintasnya hampir 24 jam tidak pernah berhenti akibatnya, kesan seram pun hilang seiring banyaknya lalu lalang manusia serta warung-warung makan yang hampir memenuhi pagar luar TPU.