Seorang bocah wanita di Palestina memiliki kisah yang banyak membuat publik terharu. Pasalnya, bocah bernama Suzy Eshkuntana (6) itu berhasil bertemu dengan sang ayah setelah terjebak runtuhan akibat bom Israel.
Diketahui, serangan rudal Israel yang menghantam rumahnya dan membuat ibu serta empat saudara kandungnya tewas. Dan dirinya dengan sang ayah dikabarkan selamat meski mengalami luka serius.
Baca Juga: Fakta-Fakta Joe Biden Tolak Perdamaian Israel-Palestina, Tak Menghalangi Diplomasi
Mengutip dari berbagai sumber, dirinya terperangkap selama tujuh jam di bawah puing-puing. Namun, beruntungnya ia masih dipertemukan dengan sang ayah saat dirawat di rumah sakit karena mengalami luka-luka.
Pasca pengeboman oleh Israel, para petugas penyelamat, polisi, kerabat, dan tetangga berkumpul di reruntuhan tempat tinggal Suzy saat proses penyelamatan.
Setelah beberapa jam, para petugas penyelamat mulai meneriakkan "Allahu Akbar" saat gadis kecil itu ditemukan.
Suzy yang tampak dipenuhi debu, ditemukan dalam keadaan yang sangat lemah dan menangis saat dibawa ke ambulans.
Dokter pun menyatakan bahwa Suzy yang masih tersadar itu dalam kondisi baik. Tubuhnya memar-memar namun ia tidak mengalami luka parah.
Baca Juga: Tampang Pelaku Rukiah Terhadap Aisyah yang Ditemukan Tewas Tinggal Kerangka Beredar di Medsos
"Maafkan ayah, nak. Kau berteriak memanggil ayah tapi ayah tak bisa mendatangimu," kata Riyad Eshkuntana setelah perawat membawanya berbaring berdekatan dengan putrinya.
Serangan udara Israel pada Minggu menghantam sejumlah rumah warga Palestina di Gaza, termasuk rumah Eshkuntana. Pejabat kesehatan mengatakan serangan Israel itu menewaskan sedikitnya 42 orang, termasuk sepuluh anak. Korban tewas di Gaza kini sudah melebihi 200 jiwa.
Dilansir dari laman Reuters, Israel mengatakan mereka menyerang militan Hamas yang berlokasi di tengah rumah-rumah penduduk di Gaza bersama kelompok militan lainnya, Jihad Islam, yang sudah menembakkan 2.800 roket ke wilayah Israel.
Serangan roket Hamas sejauh ini menewaskan 10 orang di Israel, termasuk dua anak. Jutaan warga Israel juga harus berlindung ke tempat aman ketika sirene berkumandang siang malam tanda serangan roket datang.
"Alasan mengapa banyak jatuh korban adalah karena Hamas menyerang kami dari kawasan perumahan penduduk," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada stasiun televisi AS CBS.
Baca Juga: Juru Bicara TPNPB-OPM Respons Soal 2 Prajurit TNI Tewas Dibacok 20 OTK yang Diduga Teroris KKB Papua
Serangan ke rumah Eshkuntana berada di lokasi yang sama dengan serangan Israel ke terowongan di Gaza yang kerap dipakai militan Hamas untuk beraktivitas, menyimpan senjata dan lainnya.
Robohnya terowongan itu membuat rumah-rumah penduduk di atasnya ambruk hingga menyebabkan korban sipil.