Komedian Sapri pantun telah meninggal dunia pada Senin 10 Mei 2021 setelah kritis akibat gula darah. Berikut perjalanan karir hingga meninggal dunia.
Informasi mengenai meninggalnya komedian Sapri pantun ini dikabarkan langsung oleh adik kandungnya yang bernama Dolly melalui akun Instagram miliknya.
Baca Juga: Fakta-fakta Sapri, Komedian Pantun yang Dikabarkan Tengah Kritis Akibat Gula Darah
"Innalillahi wainnailaihi rajiun, Sapri Bin Ahli," tulis Dolly, Senin 10 Mei 2021.
Sempat Kritis akibat Gula Darah
Komedian Sapri pantun dikabarkan pada Selasa 4 April 2021 oleh sang manajernya, Neneng telah dilarikan ke rumah sakit di daerah Ciputat, Tangerang Selatan.
Dalam kesempatan itu, Bunda Neneng, sapaan manajer komedian Sapri pantun mengungkapkan, komedian yang akrab dengan kepala botak ini dirawat karena gula darahnya naik.
Sempat Dirawat di Ciledug
Kondisi komedian Sapri pantun semakin memburuk, kemudian dokter merujuknya ke Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, Tangerang.
Sayangnya, keadaan pria yang lahir pada 10 Maret 1972 yang pernah bekerja untuk Denny Cagur ini menghembuskan nafas terakhir pada Senin 10 Mei 2021.
Kini, almarhum komedian Sapri pantun yang berusia 49 tahun dibawa ke rumah duka yang berada di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan.
Karir Komedian Sapri Pantun
Sebagai seorang yang sering muncul di layar kaca, komedian Sapri pantun rupanya mengawali karir dalam program Pesbukers yang membuat namanya dikenal oleh masyarakat.
Bakat seorang komedian Sapri pantun rupanya sudah diasah sejak lama. Bahkan, pria yang pernah tinggal satu basecamp dengan Komeng ini pernah juara lomba lenong.
Baca Juga: Kabar Duka, Penyebab Komedian Sapri Pantun Meninggal Dunia Karena Penyakit Ini
Karir seorang komedian Sapri pantun dimulai dari figuran hingga menjadi pemain utama dalam program Pesbukers.
Kebanjiran Tawaran
Nama seorang komedian Sapri pantun semakin dikenal orang dan membuatnya kebanjiran tawaran untuk bermain sinetron.
Tercatat, sudah beberapa sinetron yang dibintangi oleh komedian Sapri pantun yang mengawali komedinya dengan "Masak air, biar mateng ini".