Jakarta – Suami mendiang Mpok Alpa, Aji Darmaji, menyampaikan sikapnya terkait pembagian harta peninggalan almarhumah istri tercinta. Meski proses penetapan ahli waris tetap dilakukan melalui Pengadilan Agama, Aji memilih pendekatan berbeda dalam menentukan pembagian aset bagi anak-anaknya.
Aji Darmaji mengungkapkan, ia berencana menggunakan hukum adat dalam pembagian warisan. Langkah ini diambil agar tidak ada perbedaan porsi antara anak laki-laki dan perempuan, sehingga seluruh anak mendapatkan hak yang setara.
"Pembagiannya ke anak, ya rata. Karena mungkin yang kita pakai hukum adat ya. Kalau hukum Islam laki-laki tuh lebih besar," ujar Aji Darmaji di kawasan Depok, Jawa Barat, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan keputusan tersebut didasari rasa keadilan, mengingat seluruh anak lahir dari ibu yang sama dan dibesarkan dengan kasih sayang yang setara.
"Karena sama-sama lahir dari rahim ibunya. Jadi pakai hukum adat, nggak dibeda-bedain," lanjutnya.
Terkait dua unit rumah yang dimiliki keluarga di lokasi berbeda, Aji menyebut belum menentukan kepemilikan masing-masing anak. Ia memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk menempati rumah tersebut sesuai kebutuhan, khususnya bagi yang lebih dahulu berkeluarga.
"Nanti siapa yang lebih dulu berumah tangga, silakan menempati. Rumah kalau kosong juga nggak baik," tuturnya.
Baca Juga: Alika Islamadina Ambil Pelajaran Berharga Usai Dampingi Ibu Lawan Kanker
Harta Bersama Hasil Perjuangan Berdua
Aji menegaskan seluruh aset yang dimiliki merupakan hasil jerih payah bersama Mpok Alpa sejak awal. Baik rumah maupun kendaraan tercatat atas nama mereka berdua, sehingga status kepemilikannya jelas dan tidak menimbulkan keraguan di kemudian hari.
"Apa yang kita beli selama ini semuanya berdua, atas nama saya dan almarhum," jelas Aji.
Antisipasi Perselisihan di Masa Depan
Lebih jauh, Aji mengungkapkan alasan dirinya mengurus pembagian warisan sejak dini adalah untuk mencegah potensi perselisihan di kemudian hari. Ia ingin memastikan anak-anaknya kelak menerima warisan dengan kesiapan dan tanpa konflik.
"Umur nggak ada yang tahu. Saya nggak mau nanti ninggalin masalah ke anak-anak, apalagi soal warisan," ujarnya dengan tenang.
Warisan Bukan Tujuan Utama
Meski menyiapkan pembagian harta, Aji menanamkan satu prinsip penting kepada anak-anaknya: tidak bergantung pada warisan. Ia ingin mereka tetap bekerja keras dan mandiri.
"Kalau ada warisan ya disyukuri, kalau nggak ada ya kerja. Jangan pernah menjadikan warisan sebagai tujuan hidup," tutup Aji Darmaji.






