Fakta-fakta Komandan Brimob Meninggal Usai Terima Vaksin AstraZeneca, Berawal dari Meriang dan Sesak Napas

Fakta-fakta Komandan Brimob Meninggal Usai Terima Vaksin AstraZeneca, Berawal dari Meriang dan Sesak Napas

Ahmad Diponegoro
2021-04-05 06:13:49
Fakta-fakta Komandan Brimob Meninggal Usai Terima Vaksin AstraZeneca, Berawal dari Meriang dan Sesak Napas
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Seorang Komandan Brimob berinisial Iptu LT meninggal dunia usai menerima vaksin AstraZeneca.

Komandan kompi di Batalyon A Brimob Polda Maluku ini, sehari setelah menerima vaskin AstraZeneca mengeluh meriang dn sesak napas hingga akirnya meninggal dunia.

Soal krologinya, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengtakan, Iptu LT yang merupakan seorang Komandan Brimob Polda Maluku menerima vaksin AstraZeneca pada 30 Maret 2021 di Lapangan Upacara Polda Maluku.

Baca Juga: Fakta-fakta Aksi Terorisme yang Menyasar Milenial, Berawal dari Media Sosial

Tepat sehari setelahnya, atau tanggal 31 Maret 2021, Ipt LN mengaku meriang.

Takut terjadi hal tidak diinginkan, Roem mengatakan, Iptu LT bersama istrinya berobat di sebuah rumah sakit.

Sayangnya, saat itu dokter mendiaknosa Iptu LT dalam keaadan sehat namun tetap memberikan obat.

Setelah mengkonsumsi obat tersebut, keadaannya berangsur membaik.

Namun, lima hari setelah menerima vaksin AstraZeneca, Komandan kompi di Batalyon A Brimob Polda Maluku Iptu LT ini mengeluh sesak napas.

Baca Juga: Fakta-fakta Cuitan Fiersa Besari di Twitter, Singgung Pernikahan Atta hingga Susi Pudjiastuti Bereaksi

Tepat pada Minggu 4 April 2021, sang istri mengaku kaget saa menemukan suamninya, Iptu LT duduk dan sangat lemas di sofa.

Tidak perlu waktu lama, LT dibawa ke rumah sakit untu segera di tangani tim medis.

Sayangnya, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, nyawa Iptu LT sudah tidak tertolong lagi.

Pihak medis yang curiga dengan kondisi Iptu LT kemudian melakukan swab tes kepada jenazahnya.

Hasil swab tersebut menunjukan, Iptu LT ternyata positif Covid-19.  


Share :