Wow! Netizen harap BWF minta maaf ke Indonesia. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka netizen tersebut mengaku akan kirim teroris ke BWF.
Seorang netizen memberikan ancaman kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sebab telah memaksa tim bulu tangkis Indonesia mundur dari turnamen All England 2021. Tidak tanggung-tanggung ancaman yang diberikan adalah pembunuhan terhadap ketua hingga anggota BWF.
Ancaman tersebut dilaporkan langsung oleh BWF lewat akun Story Instagramnya. Dalam Story Instagram tersebut memuat pesan berantai yang berisi ancaman dari seorang netizen yang tidak diketahui nama akunnya.
Foto yang diunggah Story Instagram BWF tersebut memperlihatkan kiriman pesan atau DM Instagram dari seorang netizen yang berisi ancaman yang menuntut agar BWF minta maaf ke Indonesia atas tindakan yang dinilai tidak patut kepada tim bulu tangkis Indonesia.
DM Instagram tersebut berisi bahwa netizen tersebut akan membunuh anggota BWF yang dimulai dari Presiden BWF jika tidak segera meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah memaksa tim bulu tangkis Indonesia mundur dari turnamen All England. Pernyataan maaf tersebut harus dibuat dalam sebuah video yang ditujukan kepada selurh masyarakat Indonesia
Namun pesan tersebut tidak dihiraukan oleh admin pengelola akun official BWF tersebut, dan hanya diabaikan begitu saja. Namun tidak lama kemudian, pesan baru muncul dengan isi ancaman bahwa jika pesan itu tidak ditanggapi maka netizen tersebut akan mengirimkan teroris.
Baca juga: Dewa Kipas Tak Merasa Tertipu Meski Melawan Irene Tak Lakukan Sistem Panjang
Terkait permintaan maaf, Pihak BWF ternyata secara resmi telah melakukan hal tersebut melalui surat resmi yang ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zaenudin Amali pada Minggu 21 Maret 2021.
Dengan tegas dan sadar bahwa Presiden BWF Poul-Erik Hoyer menyatakan dalam surat mengakui telah melakukan kesalahan kepada tim bulu tangkis Indonesia di ajang All England. Dirinya pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.
Surat permohonan maaf tersebut pun ditanggapi oleh pemerintah Indonesia dengan tegas. Menyatakan bahwa pihak Indonesia tidak akan begitu saja menerima perlakukan tersebut. Hal ini akun dilaporkan kepada pihak arbitrase internasional.