Webinar Jatinangor Research Institute (JRI) telah berlangsung dengan tema "Tren Sayuran Organik di Era Digital, Masa Depan Petani" pada Jumat, 12 Maret 2021.
Acara ini digelar bukti dukungan program pemerintah dalam bidang pertanian dan petani milenial yaitu Milenial Agricultur Project.
Milenial Agricultur Project merupakan sebuah gerakan yang dibuat oleh pemerintah bersama Kementerian Pertanian untuk lima tahun kedepan.
Oleh karena itu, pemerintah menargetkan sekitar 2,5 juta petani milenial baru di seluruh Indonesia untuk meregenerasi petani yang sudah lanjut usia.
"Adanya tren sayuran organik di era digital ini sebenarnya sangat membantu target presiden dalam memunculkan 2,5 juta petani milenial 5 tahun kedepan," kata Staf Khusus Presiden RI, Billy Mambrasar.
Baca Juga: Mengenal Sosok Rionald Silaban, Orang Terkaya Menurut Sri Mulyani
Cluster Milenial Agri Project
Dalam program Milenial Agricultur Project, pemerintah dan Kementerian Pertanian akan dibuat beberapa kelompok yang bakal ditargetkan dalam Cluster Milenial Agri Project.
Cluster Milenial Agri Project ini akan dibagi menjadi 4 kelompok, yakni From Zero to Farmer, From Farmer To Agro Preneur, From Farmer To Technofarmer dan From Agro Preneur To Exporter.
Billy Mambrasar mengatakan bahwa pemerintah akan menargetkan 40% untuk cluster From Zero to Farmer, 35% untuk cluster From Farmer To Agro Preneur, 20% untuk cluster From Farmer To Technofarmer dan 5% untuk cluster From Agro Preneur To Exporter.
Baca Juga: Profil dan Biodata Lengkap Umur Rionald Silaban, Dirjen Kekayaan Negara
Namun untuk saat ini, pemerintah masih fokus dalam cluster From Zero To Farmer. Untuk mengumpulkan milenial yang ingin fokud di bidang pertanian, memberikan edukasi dan mindset.
Hal itu bertujuan agar para milenial tertarik untuk bertani serta mengumpulkan 100 ribu petani milenial.
Sekedar informasi bahwa webinar dengan tema "Tren Sayuran Organik di Era Digital, Masa Depan Petani” ini, Jatinangor Research Institute (JRI) ini dihadiri oleh Staf Khusus Presiden RI, Billy Mambrasar, Direktur TaniHub, Sariyo, dr. Diana F. Suganda, M. Kes, SpGK, serta Petani Milenial Sakir Nugraha sebagai pembicara.