Fakta-fakta banjir Nganjuk akhirnya terungkap. Ternyata banjir Nganjuk juga disertai dengan tanah longsor yang menelan 23 orang hilang.
Penasaran dengan fakta lainnya berikut correcti.id sajikan untuk Anda fakta-fakta banjir Nganjuk.
1. Banjir disebabkan sungai meluap
Banjir Nganjuk yang terjadi di beberapa tempat terjadi karena beberapa sungai meluap, Sungai Kedunglarangan yang berada di Kecamatan Bangil, dan Sungai Rejoso dan Prodo di Winongan. Air di sungai tersebut naik setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
2. Desa paling terdampak banjir
Meluapnya sungai-sungai tersebut membuat beberapa desa terendam air dengan ketinggian yang berbeda-beda. Namun beberapa desa seperti Kelurahan Ploso, Jatirejo, Payaman di Kecamatan Nganjuk, dan Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret terdampak paling parah dengan tinggi air cukup signifikan.
3. Ratusan warga mengungsi
Akibat tinggi air yang sudah tidak memungkinkan untuk bertahan, ratusan warga di desa-desa tersebut pun memilih untuk mengungsi. Setidaknya da 294 KK dengan 357 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pengungsian warga dilakukan di dua tempat, sekitar 116 warga berada di Masjid Al-Islah dan 148 jiwa mengungsi di TK Setia Budi.
Baca juga: WHO Sebut China Tolak Berikan Data 174 Kasus Awal Virus Corona di Wuhan
4. Banjir disertai longsor sebab curah hujan tinggi
Ternyata tidak hanya banjir yang melanda beberapa lokasi juga mengalami longsor cukup parah hingga menelan korban hilang. Terakhir dilaporkan ada 23 orang hilang tertimbun longsor dan belum berhasil ditemukan.