Dewi Tanjung Sebut AHY Masih Mentah Banget di Politik, Gunakan Strategi Lama untuk Popularitas

Dewi Tanjung Sebut AHY Masih Mentah Banget di Politik, Gunakan Strategi Lama untuk Popularitas

Dedi Sutiadi
2021-02-06 18:07:28
Dewi Tanjung Sebut AHY Masih Mentah Banget di Politik, Gunakan Strategi Lama untuk Popularitas
Ketua Umum Partai DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono

Dewi Tanjung sebut AHY atau Agus Harimurti Yudhoyono masih mentah banget di politik. AHY dinilai Dewi Tanjung gunakan strategi lama SBY sebagai orang terzalimi untuk popularitas. 

Politisi PDI Perjuangan Dewi Tanjung kembali mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan. Kali ini yang disinggung oleh kader berlambang banteng tersebut adalah putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Baca juga: Fakta-fakta Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Kebanjiran, Semua Penerbangan Dibatalkan

Kader PDIP yang menyebut dirinya Nyai tersebut mengatakan bahwa AHY minim prestasi dan masih sangat mentah di politik praktis. Dewi Tanjung menyebut bahwa AHY belum tahu berpolitik sebab masih mentah dan minim pengalaman. 

"AHY ini minin prestasi. Dita belum tahu cara berorganisasi. Dia belum tahu berpolitik, alias masih mentah banget," ucap Dewi Tanjung dalam video yang diunggahnya lewat akun Twitter miliknya @DTanjung15.

Namun semua itu sumber masalahnya adalah sang Ayah, mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yughoyono alias SBY. Menurut Nyai SBY terlalu memaksakan kehendaknya pada AHY untuk jadi Ketua Umum Partai Demokrat. Hal tersebut akhirnya berujung masalah menurut Dewi Tanjung. 

Baca juga: Kondisi Fadil Jaidi setelah Kena Covid-19 Memprihatinkan, Mengalir Doa dari Netizen

"Tapi namanya Susilo Bambang Yudhoyono mau memaksakan kehendaknya. Memaksakan anaknya yang masih mentah ini untuk menjadi ketum partai. akhirnya apa, blunder kan?," ucap politisi PDIP tersebut. 

Namu, menurutnya kisruh di tubuh Partai Demokrat yang muncul ke permukaan adalah sebuah permainan politik. Menurutnya ini adalah startegi lama SBY untuk menaikkan popularitas. Kisruh diciptakan atau dimunculkan agar AHY berada dalam posisi terzalimi. Hal tersebut bertujuan untuk menaikkan nama atau popularitas AHY. 

"Ini bisa juga settingan. Supaya mengangkat nama AHY. Pola ini pernah dipakai tahun 2004 oleh SBY saat dia bersiteru dengan Ibu Mega. Dia (SBY) memakai cara dia terzalimi. Sama dengan sekarang," ungkap wanita yang kerap disebut Nyai tersebut. 




Share :