Kronologi Jhoni Allen Marbun yang rencanakan KLB atau Kongres Luar Biasa Partai Demokrat untuk lengserkan AHY Agus Harimurti Yudhoyono akhirnya terbongkar.
Agenda pencopotan AHY dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat ternyata telah dipersiapkan Jhoni Allen Marbun dan mantan Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin. Hal tersebut diketahui dari hasil pertemuan di Jakarta.
Awal cerita bermula saat Jhoni Allen Marbun menghubungi sejumlah pengurus Partai Demokrat tingkat DPC wilyah Kalimantan Selatan untuk datang ke Jakarta. Mereka diundang oleh Jhoni Allen Marbun dalam kapasitas nya sebagai Anggota DPR RI yang janjikan bantuan.
Baca juga: Biografi dan Profil Lengkap Agama Desy Ratnasari, yang Hebohkan Publik dengan Kondisi Hamil Tua
Jhoni Allen Marbun meminta pengurus DPC datang ke Jakarta untuk memberikan bantuan banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan. Bahkan Jhoni Allen Marbun juga sempat menhubungi Rusian, Ketua DPD Kalimantan Selatan untuk datang ke jakarta. Namun dirinya tidak pedulikan ajakan Jhoni Allen Marbun tersebut.
Rusian bercerita bahwa akhirnya sejumlah pengurus DPC Kalimantan Selatan datang ke Jakarta dan dikumpulkan di satu ruangan Hotel Rasuna di Jakarta Selatan. Dari pengakuan pengurus DPC yang hadir dan mengadu kepada Partai ternyata pertemuan tersebut bukan soal pemberian bantuan bencana alam, tapi rencana kudeta dan pencopotan AHY dari jabatan Ketua Umum Partai.
Baca juga: Biografi dan Profil Lengkap Agama Jhoni Allen Marbun, Anggota DPR yang Diduga Otak Kudeta AHY
Rusian mengungkapkan bahwa dari pengakuan seorang kader Demokrat asal Kalsel yang hadiri pertemuan tersebut, mereka berjumpa dengan Jhoni Allen Marbun dan mantan terpidana korupsi Nazaruddin. Keduanya masing-masing memberikan pengarahan atas agenda yang telah direncanakan.
Nazaruddin menurut cerita yang didapat Rusian dari kader yang hadir, membeberkan agenda kudeta Partai Demokrat dengan menggelar Kongres Luar Biasa atau KLB. Agenda tersebut bertujuan untuk lengserkan Agus Harimurti Yudho dari posisi ketum.
Sementara Jhoni Allen Marbun menyampaikan bahwa setelah AHY berhasil dilengserkan maka sosok yang didorong menjadi Ketua Umum pengganti AHY adalah Jenderal Pur. Moeldoko. Menurutnya Moeldoko adalah sosok yang tepat menjabat Ketua Umum Demokrat demi kepentingan elektabilitas partai.