Fakta Ryan Kaji, YouTuber Cilik dengan Bayaran Rp419,3 M

Fakta Ryan Kaji, YouTuber Cilik dengan Bayaran Rp419,3 M

Ahmad
2021-01-03 11:52:47
Fakta Ryan Kaji, YouTuber Cilik dengan Bayaran Rp419,3 M
Ryan Kaji merupakan seorang YouTuber cilik dengan bayaran lebih dari USD29,5 juta atau setara Rp419,3 miliar (kurs Rp14.213 per USD). Berikut fakta Ryan Kaji.Foto: Instagram/ryansworld

Ryan Kaji merupakan seorang YouTuber cilik dengan bayaran lebih dari USD29,5 juta atau setara Rp419,3 miliar (kurs Rp14.213 per USD). Berikut fakta Ryan Kaji.

Ryan sapan Ryan Kaji, bahkan menghasilkan lebih dari USD29,5 juta atau setara Rp419,3 miliar (kurs Rp14.213 per USD), sehingga menempatkannya di puncak daftar bintang YouTube dengan bayaran tertinggi pada 2020 versi Forbes.

Ryan Kaji merupakan seorang YouTuber asal Texas, Amerika Serikat yang lahir pada 6 Oktober 2011. Meskipun baru berusia 9 tahun, tapi ia adalah salah satu YouTuber cilik dengan penghasilan.


Baca Juga: Biodata dan Profil Lengkap Agama Ryan Kaji, YouTuber dengan Bayaran Tertinggi Versi Forbes

Sepanjang 2019 Ryan Kaji berhasil meraup 26 juta dolar AS atau setara dengan Rp364 miliar. Pada tahun 2018, ia berhasil meraih 22 juta dolar atau sekitar Rp308 miliar dari YouTube. 

Channel Ryan Kaji atau Ryan's World diluncurkan pertama kali pada 2015 oleh kedua orang tuanya. Awalnya channel YouTube itu dinamai Ryan Toys Review. 


Namun, karena banyak diprotes oleh organisasi perlindungan konsumen di AS, namanya diubah menjadi Ryan's World. Hingga kini, channel Ryan  memiliki sebanyak 27,6 juta subscriber. 

Penghasilan Ryan Kaji dari YouTube pada 2020 mencapai 29,5 juta dollar AS atau Rp 416 miliar gaes. Pada tahun sebelumnya, Ia meraih 22 juta dolar AS pada 2018 dan 26 juta dolar AS pada 2019. 

Ryan pun mulai mengembangkan sayapnya dengan meluncurkan berbagai mainan anak-anak. Ia juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan besar seperti Colgate, Nickelodeon, Bonkers Toys, Roku, dan Walmart. 


Baca Juga: Biodata dan Profil Lengkap Agama Reza Arap Calon Suami Wendy Walters

Sekedar informasi, Pada 2019 lalu, YouTuber cilik ini sempat mendapatkan kritik dari Truth In Advertising dan Federal Trade Commission.

Truth In Advertising mengklaim bahwa hampir 90% videonya menyertakan rekomendasi produk berbayar yang ditunjukkan untuk anak-anak prasekolah, kelompok yang terlalu muda untuk membedakan antara iklan dan review. 


Share :