Fakta Paling Baru Soal Serangan Teroris di Sigi yang Dilakukan oleh MIT

Fakta Paling Baru Soal Serangan Teroris di Sigi yang Dilakukan oleh MIT

Ahmad
2020-11-29 13:22:16
Fakta Paling Baru Soal Serangan Teroris di Sigi yang Dilakukan oleh MIT
Foto: Twitter

Telah terjadi serangan teroris di Kabupaten Sigi, Polres Polewali Manda (Polman). Serangan tersebut terjadi pada Jumat 21 November 2020 dan dilakukan oleh Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Selain itu diketahui pelaku membakar rumah warga dan tempat ibadah. Diduga aksi ini dilakukan oleh Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). 

Lebih lanjut, Polres Polewali Manda (Polman) menggalakkan patroli di berbagai vital, di antaranya di pusat keramaian dan tempat ibadah.

Baca Juga: KPAI Sayangkan Anak Tak Mendapat Informasi Layak Soal Corona

Patroli ini digelar karena Polman merupakan jalur lintas provinsi yang menghubungkan Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tengah.

Kasat Sabahara Polres Polewali Mandar Iptu Abdul Haris, patroli digelar untuk mencegah tindak pidana dan juga gaangguan kantibmas pasca serangan teroris di Sigi.

Patroli tak hanya digelar pada Sabtu 28 November 2020 malam, namun juga akan digelar pada hari ini, Minggu 29 November 2020. Contohnya rumah-rumah ibadah dalam pengamanan polisi dari segala gangguan.

Sekedar informasi, serangan tersebut dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Aparat keamanan TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala bersama Kepolisian setempat kini juga terus memburu para pelaku serta meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi.

Terakhir, Pengamat intelijen dan terorisme dari Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta menilai aksi teror yang dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora merupakan upaya balas dendam atau untuk menekan masyarakat.

Baca Juga: Kronologi Paling Lengkap Habib Rizieq Tolak Tes Swab Hingga RS Ummi Dipolisikan

Dugaan bales dendam yang ia ungkap mengacu pada insiden dua pekan lalu,saat dua anggotanya tertembak ketika melakukan penangkapan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan Satuan Tugas Tinombala.

Ia pun menduga kelompok Ali Kalora berupaya mengintimidasi masyarakat yang diduga membocorkan keberadaan mereka ke aparat. Menurutnya, serangan seperti ini menjadi ciri khas dari MIT.

Stanislaus menjelaskan kelompok yang berkiblat pada kelompok teror Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) umumnya memiliki dua target penyerangan dalam jejak kasusnya, yakni polisi dan rumah ibadah yang berbeda keyakinan dengan mereka.

Serangan pada rumah ibadah umumnya dilakukan di momen khusus, seperti menjelang Natal dan tahun baru atau saat bulan Ramadhan. Di luar itu, MIT umumnya menyerang polisi.

Selain itu, mereka juga kerap menyerang masyarakat setempat sebagai upaya menyebarkan ketakutan agar keberadaan mereka tidak diadukan ke aparat kepolisian.

Lalu, serangan ini menurut Stanislaus juga sebagai upaya memelihara eksistensi. Dalam setahun ini, lanjutnya, MIT masih rutin melakukan serangan ke masyarakat atau polisi.


Share :