5 Makanan Paling Ekstrem yang ada di China, Berani Coba?

5 Makanan Paling Ekstrem yang ada di China, Berani Coba?

Ekel Suranta Sembiring
2020-11-24 18:37:14
5 Makanan Paling Ekstrem yang ada di China, Berani Coba?
Cakar buaya (foto: metropolitan)

China memang punya tradisi kuliner yang luhur, tak heran jika dikenal hingga ke seluruh dunia. Tetapi negara ini juga gudangnya makanan ekstrem, antara lain aneka masakan dari daging anjing dan kucing saat Festival Yulin yang menjadi pemberitaan dunia.

Penasaran kuliner ekstrem apa saja yang bisa ditemui di China? Berikut ini beberapa di antaranya.

Baca Juga: 5 Sup Paling Aneh di Dunia, ada Sup Penis Harimau Lho

1. Sup ular


Sup Ular (foto: detik)

Sup yang diolah dari daging ular merupakan makanan penghangat tubuh saat musim dingin. Kuliner yang satu ini cukup digemari warga Hong Kong dan dianggap sebagai hidangan mewah. Biasanya disajikan di restoran yang khusus menyajikan daging reptil segar di daerah Kowloon. Pelanggan bisa memilih sendiri ular hidup yang disediakan dari kandang, kemudian juru masak akan memotong, menguliti, dan mengolah dagingnya menjadi berbagai hidangan.

Sup ular dibuat dari daging ular yang sudah disuwir-suwir. Konon rasanya lezat seperti daging ayam. Selain itu dianggap memiliki khasiat yang lebih tinggi daripada daging lainnya.

2. Laba-laba goreng


Laba-laba goreng (foto: naviri)

Menurut laporan Goats on The Road, laba-laba berukuran besar yang digoreng merupakan jajanan pinggir jalan yang cukup populer di Huangzhou. Laba-laba berukuran besar yang masih utuh ditusuk menggunakan lidi, kemudian digoreng sampai kering.

Tak cuma laba-laba, kalajengking, belalang, kaki seribu, tokek, dan kepting utuh juga dijual dengan cara yang sama. Makanan seperti ini juga bisa dijumpai di pasar jajanan Beijing dan kota-kota lainnya. Berani mencoba?

Baca Juga : 5 Tempat Aneh di Dunia, Salah Satunya ada di Kanada

3. Cakar buaya


Cakar buaya (foto: metropolitan)

Hidangan yang satu ini memang lebih mudah dijumpai di Singapura. Tetapi masakan cakar buaya berakar dari kuliner China. Di China sendiri, ada beberapa restoran yang khusus menyajikan hidangan dari daging reptil seperti ular dan buaya.

Menurut Catherine Ling, reporter CNN Travel, kaki buaya memiliki rasa yang luar biasa. Dagingnya seperti perpaduan teripang dan ayam, sementara kulitnya lunak dan lembut seperti agar-agar.

Daging buaya ini dipercaya membawa aneka manfaat untuk kesehatan, antara lain meningkatkan metabolisme, vitalitas, kekebalan, dan gairah seksual. Konon bisa juga menyembuhkan penyakit asma.

4. Hasma


Hasma (foto: falafil)

Potongan makanan serupa jeli putih di dalam gambar adalah hasma, kadang disebut juga harsmar dan hashima. Hasma adalah bahan makanan tradisional China yang terbuat dari saluran rahim katak, terutama katak rumput Asia betina (Rana chensinensis) yang ditangkap menjelang musim semi. Katak seperti ini konon memiliki jaringan lemak tebal yang diperlukan untuk reproduksi saat musim semi.

Hasma banyak diproduksi di daerah Heilongjiang, Jilin. Biasanya saluran rahim katak ini dijual dalam keadaan kering dan sudah dipotong-potong. Teksturnya kenyal seperti jelly jika sudah direndam dalam air, namun masih menyisakan sedikit bau amis. Karena itu biasanya disajikan dengan pepaya atau dijadikan bahan campuran sup manis, dipadukan dengan jujube (sejenis kurma merah khas China), buah lengkeng, atau biji teratai. Hasma biasanya juga menjadi bahan utama San xue Tang atau 'sup tiga salju' yang terdiri dari pir China dan jamur salju.

Baca Juga: 5 Makan Ekstrim di Dunia, Sudah Pernah Coba?

5. Hotpot Daging Anjing


Hotpot Daging Anjing (foto: asliindonesia)

Gambar di atas adalah sejenis hotpot yang dibuat dari daging anjing di daerah Guilin. Seperti diketahui bersama, konsumsi daging anjing merupakan bagian dari budaya China sejak berabad-abad lalu. Daging anjing dianggap memiliki khasiat obat, antara lain bisa menghangatkan tubuh di musim dingin.

Sebenarnya perdagangan daging anjing untuk kebutuhan konsumsi sudah dilarang oleh pemerintah China. Namun larangan resmi pemerintah tak membuat budaya makan daging anjing luntur. Setiap tahun, jutaan anjing dan kucing diperdagangkan dan disembelih untuk kebutuhan konsumsi. Jumlah ini memuncak saat Festival Yulin di mana warga China berpesta pora dengan menyantap daging anjing dan kucing.


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30


Hasil Riset Puspenpol Sebut FYP TikTok Jadi Game Changer Politik Indonesia

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 14, 2024 13:02:26


Foto: GBK Jadi Lautan Biru di Kampanye Prabowo-Gibran

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 10, 2024 20:14:24