Melawan Kuasa Tuhan, China Siapkan Ilmuwan untuk Hidupkan Orang Mati

Melawan Kuasa Tuhan, China Siapkan Ilmuwan untuk Hidupkan Orang Mati

Dedi Sutiadi
2020-10-04 22:59:14
Melawan Kuasa Tuhan, China Siapkan Ilmuwan untuk Hidupkan Orang Mati
Ilustrasi laboratorium. (Pixabay)

Seperti melawan kuasa tuhan, salah satu laboratorium di China siapkan ilmuwan untuk menghidupkan orang yang sudah meninggal dunia. Cara ini menggunakan metode yang lazim disebut cryogenic atau membekukan badan manusia hingga tiba saatnya teknolgi dapat membangkitkannya lagi.

Shandong Yinfeng Life Science Research Institute, berlokasi di Jinan, China, adalah salah satu lembaga yang mendalami bidang ini. Di sinilah tempat penyimpanan beberapa jenazah orang yang sudah meninggal disimpan dalam kontainer stainless steel yang mengandung nitrogen cair super dingin. 

Baca juga: Menyusul China, Vaksin Corona Buatan Taiwan Masuki Tahap 3 Uji Klinis

Direktur Pusat Respons Klinis di Yinfeng, Aaron Drake mengatakan, pemerintah China menginginkan proyek pembekuan jenazah manusia ini berbeda dengan yang lain.

"Pemerintahan China tidak ingin kami menjadikan proyek yang membekukan tubuh seseorang, tapi mereka ingin melihat bagaimana proyek ini dapat bermanfaat bagi semua bidang kedokteran," kata Aaron.

"Jadi kami bekerja dengan ahli bedah, ahli anestesi dan perfusionis (Orang yang mengoprasikan medin jantung-paru). Ini adalah proyek besar berbasis penelitian, yang menarik saya untuk bergabung dengan mereka," lanjutnya.


Baca juga: Ini Beberapa Alasan Agar Anda Percaya Bahwa Hantu Itu Ada

Aaron mengatakan, ada beberapa kendalah dalam memindahkan organ manusia seperti transplantasi organ yang cocok dengan organ yang akan dihidupkan. 

"Mengangkat hati manusia, waktu yang tersedia sekitar enam jam. Jaringan akan mulai mati setelah enam jam. ujar Aaron.

"Dalam enam jam itu organ harus diangkat, dibersihkan, dipersiapkan, dan ditanamkan. Semakin besar organnya, semakin sulit jadinya. peralatan yang harus digunakan menjadi lebih besar,"


"Sedangkan tes darah harus dilakukan pada pendonor dan penerima untuk melihat apakah golongan darah mereka cocok. Itu sangat menantang," pangkasnya.

 

Sumber: Tribun/Detik


Share :

HEADLINE  

Dari Indonesia ke Asia, Estetika Retro Ardhira Putra Jadi Sorotan

 by Miftakhul Hasanah

February 06, 2026 16:30:00


Mengenal Theresia Agustina Sitompul, Seniman Partisipan Art for Sumatra

 by Miftakhul Hasanah

February 06, 2026 13:15:20


Howard Smith x Muklay, Saat Kecepatan Bertemu Ekspresi Seni

 by Miftakhul Hasanah

January 29, 2026 22:15:00


Ranbir Sidhu Ubah Logam Jadi Instalasi Raksasa di Museum

 by Miftakhul Hasanah

January 26, 2026 11:16:05