Keberadaan sumur yang dikeramatkan hadir di tengah-tengah kota metropolitan Jakarta, itulah Sumur Gede Keramat Kalideres, Jakarta Barat.
Sumur yang telah ada sejak kependudukan kolonial tersebut, dulunya memiliki diameter 4x5 meter.
Ini pula yang kemudian membuat sumut ini diberi nama Sumur Gede. Kini sumur tersebut sudah dipugar dan tampak seperti sumur pada umumnya.
Baca Juga: Kisah Misteri Pawang Hujan, Dipercaya Memiliki Kekuatan Supranatural untuk Menggerakkan Awan
Konon sumur ini terbentuk dari pencarian seorang nenek-nenek yang kehausan hingga diberilah air oleh warga setempat dengan wadah daun pisang. Sisa air beserta wadahnya dibuang di lokasi Sumur Gede.
"Waktu itu cerita dari kakek saya tuh katanya ada nenek-nenek datang buat minta air minum sama kakeknya kakek saya. Akhirnya karena kasihan dikasih lah dia minum dengan wadah daun pisang karena waktu itu kan belum ada gelas," ungkap Marta salah seorang warga.
Sisa air yang ada di daun pisang itu kemudian dibuang oleh nenek tersebut ke halaman rumah leluhurnya yang kini menjadi lokasi Sumur Gede Keramat.
Baca Juga: Serem! Kisah Mistis Tony Rumahnya Dihuni Gaib, Gangguan Semakin Menjadi-jadi
"Disini lah dia itu buang sisa airnya dan terusnya jadi kubangan disini dan sebelum jadi sumur dulunya sempat jadi tempat minumnya babi hutan yang dulu banyak di wilayah sini," ungkap Marta.
"Setelah sempat jadi kubangan entah bagaimana ceritanya lama kelamaan pun bisa jadi sumur yang jadi sumber kehidupan warga sini sampai sekarang," ungkap Marta.
Keberadaan Sumur Gede Keramat ini sudah terkenal di wilayah Kalideres, Jakarta Barat. Tak jarang banyak warga datang dari wilayah lain yang ingin meminta air di sumur ini untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Bahkan, anak-anak di wilayah ini yang ingin disunat selalu dimandikan dengan air dari Sumur Gede Keramat. Konon katanya hal itu agar sang anak tidak mengalami kesakitan sewaktu disunat.
Baca Juga: Kisah Mistis Sekelompok Wanita Main Tiktok di Kos Teman, Terekam Sosok Seram
"Emang manjur airnya. Kadang ada yang datang minta buat mandiin orang sakit. Kalau zaman dulu malah dari luar wilayah sini emang pada ambil airnya di sumur ini karena cuma disini yang airnya enggak pernah kering," ungkap Marta.
Meski telah berusia ratusan tahun namun Marta menyebut tidak pernah ada kejadian mistis yang dialami warga di tempat ini.
"Alhamdulilah enggak pernah ada kejadian apa-apa disini. Cuma kalau misalkan kita tebang pohon serut yang ada disamping sumur ini tanpa izin baru dah biasanya pada meriang orangnya. Jadi yang nebangnya ini harus keluarga saya enggak boleh orang lain," ungkap Marta.
Sumber: tribunnews