Tak bisa menangani pasien dengan kondisi berat, pengelola Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet memindahkan sebanyak 34 unit tempat tidur insentif care unit (ICU) ke Rumah Sakit Universitas Indonesia (UI).
Koordinator RSD Wisma Atlet Kemayoran, Mayjen TNI Tugas Ratmono menjelaskan satu set ICU itu terdiri dari ventilator, tempat tidur, dan monitor.
Baca Juga: Fakta-fakta Covid-19 Ditunggangi Politik Menurut Dokter Tirta
"Yang sesuai dengan arahan pimpinan dalam hal ini Bapak Menteri Kesehatan, sebagian dipindahkan ke RS Pendidikan di UI Depok," ujar Ratmono.
Ia juga mengatakan bahwa keputusan Terawan itu diambil untuk menunjang percepatan penanganan Covid-19 khususnya di DKI Jakarta. Meski begitu, ia tidak menjelaskan kenapa dipindahkan ke rumah sakit UI Depok.
Kini hanya tersisa lima set ICU di RS Wisma Atlet. Meski hanya lima ICU, pihaknya berusaha untuk tetap bisa memberikan pelayanan bagi pasien yang kondisi kesehatannya menurun sebelum akhirnya dipindahkan ke rumah sakit rujukan.
"Maka keberadaan lima set ICU ini sangat penting untuk di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet ini," ujarnya.
Diketahui juga bahwa dalam kesempatan yang sama Ratmono juga mengklarifikasi atas adanya isu pemindahan set ICU itu disebabkan konflik antara Terawan dan para dokter di RS Wisma Atlet.
Baca Juga: Dokter Tirta Punya Bukti Rekaman Covid-19 Ditunggangi Politik
Ia menegaskan pemindahan itu puluhan set ICU tersebut untuk membantu percepatan penanganan pasien corona di Ibu Kota.
"Adalah suatu langkah kiranya untuk bagaimana menangani secara bersama penanganan Covid-19 khususnya di DKI Jakarta yang tentunya saat ini peningkatan kasus tetap terjadi atau tetap ada peningkatan setiap hari," tandasnya.
Sumber:okezone/kompas