Mengulas Ucapan Gubernur Anies Baswedan yang mengklaim positif aktif corona di Jakarta sudah melandai pasca PSBB, Sehingga membuatnya kembali memperpanjang hingga 11 Oktober 2020.
Melihat lebih jauh dari ucapan Gubernur Jakarta tersebut, jika dilihat dari grafik di web resmi corona.jakarta.go.id sendiri terlihat tidak ada yang melandai dari beberapa bagian.
Hanya mungkin terlihat status perawatan yang sedikit mengalami penurunan, namun tidak pada bagian positif aktif maupun positif harian di Jakarta. Jelas terlihat memang PSBB ketat yang diberlakukan Gubernur Anies Baswedan pada 14 September 2020 hingga 25 September 2020 belum bisa dikatakan melandai. Lalu data dari manakah yang dibuka oleh Gubernur Anies Baswedan, sehingga bisa beropini positif Jakarta sudah melandai.
Perpanjangan PSBB ketat ini justru menimbulkan kembali perdebatan dikalangan masyarakat. Banyak yang setuju untuk menghentikan rate pertumbuhan virus corona, namun banyak yang juga masih memperdebatkan karena banyak mereka yang harus kehilangan pekerjaannya setelah PSBB berlangsung. Beberapa perkantoran yang tidak bisa dilakukan secara Work From Home harus gulung tikar dan memutus kontrak karyawannya.
Tak hanya perkantoran saja, banyak juga para pedagang kecil yang kehilangan mata pencahariannya karena peraturan yang dibuat di dalam PSBB. Beberapa pihak lainnya pun menjerit melihat perpanjangan PSBB ini, Salah satunya Hotel dan Mal. Hotel di Jakarta yang terlihat semakin sepi pengunjung yang membuat pengelola kebingungan untuk bagaimana lagi memberikan gaji kepada karyawannya, Begitupun pengelola Mal yang harus merasakan nasib yang sama.
Semoga hal ini bisa diliat dan diperhatikan secara benar oleh Gubernur Anies Baswedan. Karena hal ini cukup berbahaya jika dikemudian hari banyak pengangguran di Jakarta yang malah menambah tindak kriminal dan bisa merugikan satu sama lain.