Kisah Sunan Giri yang Mempunyai Kesaktian Luar Biasa

Kisah Sunan Giri yang Mempunyai Kesaktian Luar Biasa

Alpandi Pinem
2020-09-22 19:36:48
Kisah Sunan Giri yang Mempunyai Kesaktian Luar Biasa
Sunan Giri (Istimewa)


Sunan Giri memiliki nama kecil Raden Paku (Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya (seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu) ke laut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawi versi Meinsma).

Sunan Giri merupakan salah seorang anggota wali songo yang ada di pulau jawa. Sunan Giri dilahirkan di Blambangan pertengahan abad ke 15. Sebagai seorang wali, tentunya Sunan Giri memiki banyak kesaktian yang sangat luar biasa untuk membantunya menyebarkan agama Islam.

Berikut inilah beberapa kesaktian yang dimiliki Sunan Giri.

Baca Juga : Inilah 4 Ilmu Kanuragan Warisan Budaya Jawa yang Terkenal Sakti


1. Adu Kesaktian dengan Begawan Mintu Semeru


Hampir semua para wali pernah diajak adu kesaktian. Begitupun Sunan Giri yang menyebarkan agama Islam juga mendapat perlawanan dari para tokoh Hindu yang sudah terkenal pada saat itu. Begawan Mintu Semeru merupakan salah satu tokoh yang tidak senang akan kehadiran Sunan Giri.

Begawan Mintu Semeru dikenal mempunyai kesaktian yang sangat tinggi, dengan kehadiran Sunan Giri yang berdakwah membuat dia tak terima dan kemudian menantang Sunan Giri untuk adu kesaktian.

Baca Juga : Ini 5 Peramal Dunia yang Terkenal dan Dipercaya Sakti Setelah Ramalannya Terbukti

Begawan Mintu Semeru pun datang ke Gresik untuk beradu kesaktian dengan Sunan Giri. Saat itu terjadi 4 pertarungan seperti merubah angsa menjadi seekor naga, menyusun ribuan telur, adu kesaktian jubah serta ikat kepala, dan menerbangkan tempayan (wadah air).

Dari semua adu kesaktian itu, semua bisa dimenangkan oleh sunan Giri, dan begawan Minto Semeru mengaku kalah. Akhirnya begawan Minto Semeru menjadi pengikut Sunan Giru dan menjadi santri di pesantren milik sunan Giri.

2. Mengubah Pasir Menjadi Barang Dagang


Saat Sunan Giri berdagang di Kalimantan, beliau menjual barangnya dengan cara boleh dihutang atau dicicil oleh pembelinya. Tak jarang beliau menghibahkan barang dagangannya kepada fakir miskin.

Sunan Giri pun diprotes Abu Hurairah selaku orang kepercayaan Nyai Ageng Pinatih. Ia khawatir perbuatan Sunan Giri akan membuat mereka rugi. Hal itu pun benar terjadi, setelah 10 hari dan sampai waktunya pulang ke Jawa, para pembeli yang berhutang belum membayarnya.

Baca Juga : Ini Beberapa Sumur Sakti i Indonesia yang Konon Memiliki Banyak Khasiat dari Kesehatan Hingga Jodoh, Mau Coba?

Akhirnya Abu Hurairah memutuskan pulang ke Jawa tanpa membawa hasil apa pun. Kapal yang dinaikinya pun terombang-ambing oleh angin di lautan karena tidak ada beban muatan sama sekali. Karena hal tersebut, Sunan Giri memerintahkan untuk mengisi karung dengan pasir dan batu agar kapal memilki muatan.

Sesampainya di Gresik, Abu Hurairah menyampaikan kejadian selama di Kalimantan kepada Nyai Ageng Pinatih. Otomatis ibu Sunan Giri sangat marah.

Namun saat ibunya dan Abu Hurairah diminta untuk mengecek kapal ternyata batu dan pasir yang sebelumnya di bawa dari Kalimantan berubah menjadi damar dan rotan.


Share :